Masa Rehat Selesai, Kini kembali beraktifitas..

Posted by Unknown Minggu, 07 September 2008 0 komentar
Setelah 1 bulan penuh ini saya belum bisa membuat posting yang baru, kini saya hadir kembali untuk memberikan informasi atau cerita - cerita mengenai dunia usaha. Masa rehat saya kemarin disebabkan karena bulan Agustus kemarin saya melangsungkan pernikahan dengan Duria Multi Dewi yang tinggal di Jakarta.

Hmm.. memang agak pusing dan melelahkan untuk melangsungkan pernikahan, namun setelah acara selesai saya bisa menghirup udara baru, dengan status yang baru dan yang lebih penting lagi masa depan yang baru. Hehehehe...

Untuk itu, saya mengharapkan doa dan dukungan rekan - rekan sekalian agar saya bisa membina rumah tangga yang baru ini. Dan kepada rekan - rekan yang tidak bisa hadir pada acara tersebut, saya sangat memakluminya.

Buat para entreprenuer, saya harapkan anda bisa terus berkembang dan mari kita menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Mari kita menjadi pengusaha sukses yang jujur dan bertanggungjawab.

Salam Hangat.
yg_sahda@yahoo.com

Baca Selengkapnya ....

Memancing tanpa tahu ikannya, apa jadinya...???

Posted by Unknown Jumat, 25 Juli 2008 0 komentar
Kemarin, kebetulan agen saya datang ke kantor. Dia bermaksud untuk meminta proposal bisnis yang telah saya buat, kebetulan dia juga berminat untuk menjadi invesor saya. Setelah saya jelaskan sedikit mengenai perkembangan dan langkah - langkah untuk menjadi investor, saya menanyakan kepadanya tentang usahanya saat ini ( kebetulan dia juga merupakan salah satu pemilik saham waralaba ). Dan kebetulan dia meminta bantuan untuk dicarikan tempat-tempat yang strategis untuk outletnya, kemudian saya bertanya : " lokasinya yang seperti apa? ", dia menjawab : " ya... pokoknya tempat yang bisa untuk menjual produk saya " . Kemudian saya bertanya lagi : " Produk bapak segmentasinya kemana, nanti biar saya carikan lokasi yang tepat". Terlihat dia diam sebentar sambil memikirkan sesuatu... Kemudian saya bertanya lagi : " apa bapak sudah menganalisa pasar bapak, atau bapak pernah melakukan penelitian terhadap produk bapak? Dia terlihat berdiam lagi, dan sambil mengangguk - angguk, dan dia menjawab : " saya tahu pasar untuk produk saya, tapi gak bisa saya jelaskan secara kata - kata ". Kemudian saya tersenyum, dan berkata : " Bagaimana saya bisa membantu bapak, jika pasar yang ingin dituju saja saya tidak tahu. Takutnya kalo nanti setelah saya pilihkan lokasinya, dan ternyata jauh dari konsumen yang bapak inginkan, bisa mengakibatkan penjualannya agak sulit.
Berangkat dari pertanyaan sebelumnya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa agen saya ini belum memiliki perencanaan pemasaran yang matang. Bahkan bisa dibilang tidak memiliki konsep dalam memasarkan produknya. Setelah itu, sedikit demi sedikit saya jelaskan mengenai pembuatan konsep pemasaran atau yang lebih dikenal "Marketing Plan".
Kejadian diatas mengibaratkan jika kita ingin memancing ikan di kolam, sedangkan kita tidak mengetahui ikan apa yang ada dikolam tersebut. Bagaimana kita akan memancingnya? umpan apa yang akan kita gunakan? Jika kita hanya memiliki umpan cacing, ikan apa yang paling suka makan cacing dan biasanya berada di daerah yang sepeti apa? Itulah gunanya analisa pasar, sebelum kita merencanakan strategi pemasaran untuk produk kita. Sehingga kita bisa mengefektifkan strategi pemasaran kita dan mencapai hasil yang maksimal ( penjualan )
Semoga ini jadi pembelajaran kita juga, agar kita harus melakukan perencanaan sebelum memulai usaha. Karena saat ini, banyak enterprenuer yang memiliki modal semangat tanpa diimbangi dengan perencanaan atau konsep yang kuat. Sehingga banyak mengakibatkan hancurnya usaha tersebut.

Baca Selengkapnya ....

Silahturahmi, cara memperbanyak rejeki / peluang

Posted by Unknown 0 komentar
Berkunjung pada siapa saja, akan memperbanyak kita dalam meraih rejeki atau bahkan menangkap sebuah peluang bisnis. arena dari berkunjung, diharapkan adanya saling tukar informasi atau peluang - peluang bisnis. Baik itu bisnis yang skala kecil atau bisnis skala besar.

Namun perlu untuk diperhatikan juga, bahwa bukan berarti kunjungan kita tersebut bukan hanya ingin mengajak atau mendapatkan peluang bisnis saja tanpa melihat dan menanyakan kabar dari rekan yang kita kunjungi tersebut. Dengan kunjungan itu, kita dapat mengetahui keadaan rekan/saudara kita. Siapa tahu mereka menemui masalah dimana kita bisa membantu, atau mereka dapat membantu apa menjadi masalah kita.

Jika anda berkunjung, tanyakan segala perkembangan dalam kehidupan mereka ( saudara/teman), atau tanyakan seputar kegiatannya ( jika relasi ). Dengar baik - baik informasi yang diberikan dan beri suasana yang menyegarkan agar suasana tidak terasa hambar. Usahakan agar kunjungan kita tidak mengganggu aktifitas mereka, jika terasa mengganggu sebaiknya kita memohon pamit (pulang).

Jika anda memiliki waktu yang senggang, coba periksa kembali rekan-rekan atau sodara yang sudah lama tidak anda kunjungi. Pemeriksaan ini bisa melalui no hp (yang ada di phone book), buku kenangan ( siapa tahu ada rekan SMP/SMU/Kuliah kita yang berada di satu kota), daftar kartu nama yang telah kita terima atau bisa juga dengan cara mengingat - ingat rekan/saudara kita yang ingin dikunjungi.

Untuk itu, mulai saat ini marilah kita membiasakan diri untuk saling berkunjung pada teman, saudara, relasi - relasi kita, orang yang baru dikenal, atau siapa saja untuk kita kunjungi. Siapa tahu dari situ kita mendapatkan rejeki atau peluang bisnis.

Baca Selengkapnya ....

NILAI SEBUAH MEREK

Posted by Unknown Minggu, 20 Juli 2008 0 komentar
Brand atau Merek merupakan nama ataupun simbol yang bersifat membedakan, dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Merek memberi tanda pada konsumen mengenai sumber merek tersebut, dan melindungi konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produkproduk yang tampak identik.

Merek yang dimiliki oleh perusahaan dapat menyampaikan beberapa tingkat pengertian kepada konsumen, yaitu:

1. Atribut : Merek pertama-tama akan mengingatkan konsumen
terhadap artibut yang dimiliki oleh suatu produk.
2. Manfaat : Suatu merek lebih daripada fungsi serangkaian atribut. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya konsumen tidak membeli atribut, akan tetapi mereka membeli manfaat. Atribut diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional, terlebih lagi aspek emosional.
3. Nilai : Merek harus dapat mencerminkan sesuatu hal mengenai nilai-nilai pembeli.
4. Budaya : Merek juga mewakili budaya tertentu, yang lebih identik pada customer habit.
5. Kepribadian : Perlu diketahui juga bahwa merek dapat menggambarkan kepribadian dari pemakainya.

Loyalitas konsumen terhadap merek terdiri dari lima kategori yang memiliki tingkatan loyalitas mulai dari yang paling rendah sampai tertinggi yang membentuk piramida loyalitas merek. Adapun tingkatan loyalitas merek adalah :

1. Switcher (konsumen yang berpindah-pindah)
Pembeli yang berada pada tingkat ini disebut sebagai pelanggan yang berada pada tingkat paling dasar, dan juga sama sekali tidak loyal. Pembeli pada tingkat ini tidak mau terikat pada merek apapun, karena karakteristik konsumen yang berada pada kategori ini pada umumnya adalah mereka yang sensitif terhadap harga. Mereka menganggap bahwa suatu produk (apapun mereknya) dianggap telah memadai serta hanya memiliki peranan yang kecil dalam keputusan untuk membeli.

2. Habitual Buyer (pembelian yang berdasarkan kebiasaan)
Pembeli yang berada pada tingkat ini, dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang telah mereka konsumsi. Para pembeli tipe ini memilih merek hanya karena faktor kebiasaan. Karakteristik konsumen yang termasuk dalam kategori ini adalah jarang untuk mengevaluasi merek lain. Sungkannya konsumen untuk berpindah ke merek lain lebih dikarenakan sikap mereka yang pasif.

3. Satisfied Buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan)
Pembeli pada tingkat ini dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang mereka konsumsi, namun demikian mungkin saja mereka memindahkan pembelian ke merek lain dengan menanggung switch cost yang terkait dengan waktu, uang, manfaat, ataupun resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka dalam peralihan merek.

4. Liking the Brand (pembeli yang menyukai merek)
Pada tingkat ini, konsumen sungguh-sungguh menyukai merek. Pada tingkat ini dijumpai perasaan emosional yang terkait pada merek. Preferensi mereka dilandaskan pada suatu assosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakan merek produk.

5. Committed Buyer (pembeli yang setia)
Pada tingkatan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggan sebagai pengguna suatu merek bahkan merek sudah menjadi suatu hal yang sangat penting bagi mereka, baik karena fungsi operasional maupun emosional dalam mengekspresikan jati diri. Salah satu aktualisasi loyalitas konsumen pada tingkat ini ditunjukan dengan tindakan merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut pada pihak lain.


Upaya perusahaan untuk meningkatkan ekuitas merek yang dimiliki dapat dijadikan landasan dari program pemasaran yang sukses. Setiap perusahaan, apapun jenis usahanya, dipastikan selalu sangat bergantung dengan kesetiaan konsumen terhadap merek. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan ekuitas perusahaan sebaiknya dilakukan optimalitas ekuitas merek.

Baca Selengkapnya ....

Souvenir untuk pernikahan

Posted by Unknown 0 komentar
Sample souvenir pernikahan dari pengrajin gerabah Pundong - Bantul.











___________________________________________________
Harga bekisar antara Rp. 1.000 - Rp 2.500 per buah ( tidak ermasuk ongkos kirim )
Order minimal : 300 bh
Untuk pemesanan bisa menghubungi :
HP : 0818 277 129, Yanuar Gajaksahda






Baca Selengkapnya ....

Tempat belajar membuat blog

Posted by Unknown Minggu, 29 Juni 2008 0 komentar
Jika kita belum memiliki keahlian dalam membuat suatu Blog, maka saya referensikan untuk belajar dengan bekunjung ke beberapa alamat di bawah in :
1. www.kolom-tutorial.blogspot.com
2. www.o-om.com

Baca Selengkapnya ....

Teknik Membuat Perencanaan Bisnis

Posted by Unknown Kamis, 26 Juni 2008 0 komentar


Dalam artikel kali ini, saya ingin menjelaskan bagaimana cara membuat perencanaan bisnis, dan apa saja yang dibuat atau dijelaskan dalam perencanaan sebuah bisnis. Sebelum kita melaksanakan atau membuka sebuah usaha/bisnis, perencanaan bisnis sangat diperlukan sebagai media kontrol kita dalam menentukan kebijakan – kebijakan. Kebanyakan, para pemilik bisnis tidak banyak yang melakukan sebuah perencanaan matang untuk melaksanakan sebuah bisnis atau usaha, mereka hanya mengandalkan insting atau prediksi sendiri yang berdasarkan dari pengamatan pribadi. Dan hasil dari itu, kebanyakan dari mereka menemui kegagalan dalam menjalankan usaha, tanpa mereka ketahui apa yang menjadi sebab dari kegagalan tersebut.

Jika dalam perencanaan kita salah, maka secara tidak sengaja kita sedang merencanakan sebuah kesalahan dalam usaha. Jadi begitu pentingnya sebuah perencanaan yang benar sebelum kita menjalankan sebuah bisnis. Ibaratnya perencanaan ini adalah sebuah panduan ( petunjuk pelaksanaan ) dalam melaksanakan usaha. Jika kita tidak memiliki panduan yang jelas, maka sering kali kita atau orang yang menjalankan usaha tersebut keliru / salah dalam melaksanakan operasional usaha, sehingga mengakibatkan kehancuran atau kebangkrutan.

Dalam menyiapkan sebuah perencanaan, maka kita harus membutuhkan data – data di untuk kemudian dianalisa / dievaluasi. Sumber data bisa berasal dari narasumber ( praktisi, pengamat atau kompetitor ), instansi pemerintah, perusahaan swasta, surat kabar, internet, survei pribadi atau wawancara kepada konsumen langsung. Setelah menganalisa, baru kita dapat menentukan strategi apa yang tepat untuk memasarkan produk kita. Secara umum pembuatan perencanaan bisnis dijelaskan dalam diagram berikut :.

Pada umumnya, perencanaan sebuah bisnis, terdapat 4 bagian yang harus dijelaskan secara detail. 4 bagian tersebut antara lain :
1. Rencana Organisasi
2. Analisa Pasar
3. Strategi Pemasaran
4. Analisa Keuangan

I. Rencana Organisasi
Sistem manajemen yang kuat, SDM yang berkualitas, dan inovasi produk terus berkembang akan membuat perusahaan semakin berkembang. Sehingga rencana organisasi dapat dikatakan sebagai pondasi dari sebuah bisnis, sebagus apapun produk atau strateginya, jika organisasinya lemah maka akan berakhir juga.


Di dalam perencanaan organisasi, kita harus dapat menjelaskan hal – hal berikut :
- Organisasi tersebut bergerak dalam bidang apa.
- Siapa yang termasuk dalam pengelola organisasi tersebut.
- Bagaimana sistem manajemen yang akan dijalankan.
- Berapa kebutuhan SDM dan apa tugas atau wewenang mereka dalam melaksanakan pekerjaan
   tersebut.
- Dijelaskan pula bagaimana struktur organisasi tersebut.
- Produk – produk apa yang akan dipasarkan.
- Bagaimana kemasan atau penampilan dari produk tersebut.
- Bagaimana kelemahan dan kelebihan produk tersebut.
- Alat – alat produksi apa saja yang digunakan dan dapat darimana.
- Bagaimana sistem dan proses produksinya.
- Badan hukum apa yang akan digunakan, dan alasannya menggunakan tersebut.
- Bentuk sistem akuntansi ( pemasukan data – data dan laporan keuangan ) jika menggunakan
   software, maka software akuntansi apa yang dipilih.
- Bagaimana keamanannya, gangguan dalam bisnis dan cara menanganinya.
- Hal - hal lainnya yang berhubungan dengan organisasi anda.

Penjelasan diatas bergantung dari organisasi yang akan dibentuk. Namun pada umumnya, rencana organisasi ini menjelaskan siapa kita dan apa produk kita. Penjelasan lebih detail dan lengkap akan semakin baik, karena akan semakin jelas dalam melaksanakannya.


II. Analisa Pasar

Analisa pasar dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana peluang pasar yang akan diperoleh oleh produk kita. Apakah produk kita memiliki peluang di pasar tersebut, bagaimana kondisi di pasar ( apakah sudah jenuh atau masih terbuka lebar ). Penjelasan dalam analisa pasar ini menyangkut :
- Bagaimana perkembangan dari produk yang akan kita pasarkan ( perkembangan harga,
   bentuk, kemasan, fungsional dari produk )
- Siapa saja yang menggunakan produk – produk kita.
- Bagaimana prilaku konsumen yang menggunakan produk tersebut ( apa yang menjadi
   keinginan / kebutuhan mereka )
- Siapa saja yang telah memasarkan produk – produk tersebut.
- Bagaimana mereka melakukan proses produksi, apakah menggunakan teknologi atau secara
   tradisional.
- Jika organisasi hanya memasarkan tanpa melakukan proses produksi, dijelaskan bagaimana
   mereka memasarkan produk tersebut.
- Analisa Kelemahan, Kelebihan, Peluang dan Ancaman produk kita dibandingkan produk –
   produk pesaing.


III. Strategi Pemasaran

Setelah kita menganalisa pasar, maka kita menjelaskan bagaimana strategi kita dalam memasarkan produk kita. Apakah sama dengan perusahaan yang lain atau kita menggunakan cara sendiri.
- Bagaimana strategi dalam membentuk brand “merek” produk kita. Logo, nama merek, tagline
   produk.
- Siapa segmentasi dan target dari pasar yang akan dituju.
- Bagaimana strategi penjualan yang akan dilaksanakan, apakah melalui : direct seling,
   menggunakan jalur distribusi, telemarketing atau networking. Jika menggunakan tenaga
   penjual, dijelaskan juga prosedur dalam penjualan.
- Bagaimana program promosi yang akan kita jalankan, media promosi apa yang akan
   digunakan, dan apakah ada event promosi yang akan dijalankan. Program promosi ini harus
   menjelaskan perbedaan kekuatan kita dibanding produk pesaing.
- Bagaimana tempat penjualan produk kita, apakah melalui showroom, ruko, toko atau melalui
   media website. Jika pemasaran menggunakan jalur distribusi, ada berapa tipe outlet yang
   dituju ( misal: supermarket, grosir, retail dan outlet khusus ) dan siapa yang melaksanakan    jalur distribusi tersebut.
- Bagaimana strategi harga yang akan ditetapkan. Jika menggunakan jalur distribusi, bagaimana
   harga – harga ditingkat distributor atau retail.
- Bisa dijelaskan pula, kira – kira bagaimana strategi pemasaran dalam tahap pengembangan
   pasar. Apakah mau ekspansi atau memperbaiki kemasan, atau menggunakan media promosi
   yang lebih baik lagi.

Perencanaan pemasaran ini sangat penting, karena penjualan produk sangat menentukan dari keberadaan organisasi kita. Untuk itu, strategi pemasaran harus dijelaskan secara detail sehingga segala kebutuhan dalam pemasaran dapat tercukupi. Baik itu kebutuhan SDM maupun kebutuhan Dana.


IV. Analisa Keuangan

Setelah kita merencanakan organisasi dan strategi pemasaran, maka kita dapat mengetahui kebutuhan modal kita dalam melaksanakan bisnis atau usaha kita. Kebutuhan modal ini, harus mendetail dan sesuai dengan harga yang sebenarnya. Jadi harga tidak boleh dikira – kira ( harus dari sumber utama, seperti: suplier, pedagang, atau pembeli ), jika harga tidak tepat maka dapat berakibat pembengkakan anggaran atau mungkin kelebihan modal.
Dalam analisa keuangan, yang harus kita jelaskan adalah hal – hal berikut ini :
- Kebutuhan modal ( modal tetap dan modal variabel )
- Keterangan penggunaan modal ( sumber penggunaan, seperti: nama supplier, pelaksana, atau
   tempat pembelian, jumlah kebutuhan dan spesifikasi kebutuhan )
- Analisa atau prediksi pendapatan ( Analisa hasil penjualan dan harga yang ditetapkan )
- Analisa arus kas satu tahun.
- Analisa laba rugi bulanan, tahunan dan selama 3 tahun.
- Analisa neraca keuangan.
- Analisa resiko bisnis atau analisa investasi ( BEP, ROI, NPV, dll )

Secara umum, perencanaan bisnis adalah sebuah analisa/prediksi jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam menjalankan suatu usaha. Sehingga hasil dari prediksi ini bisa menjadi sangat tepat, mendekati, jauh atau bahkan tidak sesuai sama sekali. Semua tergantung dari :
1. Data – data yang diperoleh ( akurat atau tidak )
2. Benar atau tidaknya analisa pasar dan konsumen ( apakah analisa pribadi secara berlebihan
    atau analisa mengikuti keadaan pasar )
3. Tepat atau tidaknya strategi organisasi yang digunakan.
4. Analisa keuangan yang mendekati kenyataan ( apakah mengikuti harga dipasaran atau hanya
     mengikuti harga sendiri, target penjualan yang sesuai atau target berlebihan )


Untuk itu, jika kita ingin melaksanakan suatu bisnis, hendaknya semua sumber data berasal dari data – data yang terdapat di pasar, sehingga pelaksanaan perencanaan kita tidak lepas dari apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Termasuk arah dari perkembangan pasar, seperti : kecenderungan konsumen dalam menginginkan / membutuhkan produk, perubahan harga produk, dan lain sebagainya.

Perencanaan Bisnis ini harus terus direvisi, untuk mendapatkan hasil yang terbaik sebelum dilaksanakan. Jika sudah berjalan pun diharapkan ada evaluasi secara berkala, sehingga perencanaan dapat diperbaiki untuk langkah kedepannya. Yang menjadi revisi atau perbaikan dalam perencanaan usaha tersebut antara lain : jika terdapat penambahan produk atau memperbaiki proses produksi, analisa pasar, perbaikan atau penambahan strategi pemasaran yang digunakan, perubahan harga, ataupun perbaikan dalam analisa keungan.

Setelah rencana bisnis dibuat, tinggal kita ACTION..!! untuk melaksanakannya.

Setelah melihat artikel tersebut, semoga anda berhasil dalam melaksanakan bisnis,
Salam Enterprenuer.


      Yanuar Gajaksahda
e-mail: yg_sahda@yahoo.com
www.gajaksahda.blogspot.com
HP : 0818 277 129




Baca Selengkapnya ....

Saran untuk enterprenuer pemula

Posted by Unknown 0 komentar
Belakangan ini saya sering mendengarkan keluhan dari rekan - rekan saya dalam mengadapi dunia usaha. Ada yang bingung mau usaha apa, ada yang nanya bagaimana caranya menjalankan usaha agar bisa konsisten, juga ada yang nanya bagaimana caranya agar produknya bisa diterima oleh konsumen.

Untuk itu, disini saya hanya memberikan saran - saran saja terutama bagi yang ingin membuka usaha atau saat ini sedang menjalankan usaha, mengenai cara mengoperasionalkan usaha anda.

Pertama :
Kenali dan teliti bidang / produk yang akan anda jalankan. Bidang / produk ini bisa dimulai dari hobi, background anda, ataupun peluang yang anda amati. Penelitian ini memerlukan sebuah data - data yang akurat, yang berkaitan dengan kondisi pasar saat ini atau kondisi yang akan datang. Selain itu juga , anda harus menilai tingkat resiko pada produk/ bidang tersebut.

Sering - seringlah bertanya pada praktisi bisnis, konsultan bisnis, usaha lain yang sudah berjalan, atau bisa juga anda membaca berita - berita melalui media surat kabar, tabloid, internet mengenai peluang - peluang bisnis yang menarik bagi anda.

Kedua :
Setelah itu, langkah yang harus diperhatikan adalah membuat sebuah perencanaan. Karena perencanaan itu sangat penting untuk dapat mengontrol dan melaksanakan dari kegiatan bagi usaha anda. Ibaratnya, Bisnis Plan itu adalah sebuah Petunjuk Pelaksanaan bagi pengelola perusahaan anda (untuk anda, manager anda atau orang yang anda percayai untuk mengelola )

Dalam perencanaan ini, anda diharuskan membuat sistem dan langkah - langkah dalam pengoperasionalan usaha anda. Sistem inilah yang nantinya menjadikan alat kontrol bagi perusahaan anda. Sebaiknya anda membuat bisnis kecil dahulu (prototype) dalam menerapkan sistem dan strategi untuk usaha anda, jika berhasil maka anda lakukan perencanaan selanjutnya. Namun jika gagal, segera perbaiki sistem atau strategi tersebut.

Ketiga :
Jika anda telah memiliki investor / penyandang dana, maka segera mungkin anda melaksanakan semua yang telah anda rencanakan sebelumnya. Jalani tahap demi tahap, dan jangan lupa untuk selalu dikontrol hasilnya ( apakah sesuai, tepat waktu, dll ). Jika tidak sesuai maka segera evaluasi untuk segera di perbaiki.

Jika anda belum memiliki investor / penyandang dana, maka anda harus membuat sebuah proposal bisnis terlebih dahulu. Proposal ini berisikan : Rencana Organisasi anda, Produk dan sistem produksinya, analisa pasar, bagaimana anda menerapkan strategi pemasarannya, bagaimana analisa keuangan ( berapa kebutuhan modal dan bagaimana laba ruginya ), serta dokumen - dokumen pendukung lainnya ( Fotocopy identitas, daftar riwayat hidup anda dan partner bisnis anda, dll )

Keempat :
Segera publikasikan proposal anda melalui berbagai media atau relasi anda. Tapi jangan diserahkan terlebh dahulu proposalnya, sebelum anda melakukan pertemuan atau presentasi proposal anda.

Kelima :
Jalankan usaha anda dengan sistem yang telah direncanakan. Jika terjadi perubahan atau perbaikan, maka anda lihat dahulu perencanaan awal anda. Apakah mengganggu program / rencana yang lain? jika tidak... lanjutkan, tetapi jika mengganggu maka evaluasi perubahan tadi.

Keenam :
Dalam melaksanakan usaha, prioritaskan kepentingan konsumen. Jaga kredibilitas usaha anda, dan brand (merek) anda. Usahakan selalu ada evaluasi secara reguler ( tiap minggu, bulan atau triwulan ), dan segera perbaiki atau rancang ulang rencana anda jika terdapat beberapa kesalahan - kesalahan dalam pelaksanaan operasional usaha.

Ketujuh :
Tingkatkan pembelajaran anda terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan usaha anda. Pembelajaran ini dapat melalui diskusi dengan rekan - rekan bisnis, mengikuti seminar / workshop, konsultasi pada praktisi bisnis, melalui referensi buku, media internet atau konsultasi pada jasa konsultan.

Kedelapan :
Konsisten dalam menjalankan usaha anda. Jangan mudah untuk beralih pada usaha lain, jika usaha anda sedang mengalami penurunan. Cari cara dan tetap kembangkan usaha anda, karena masalah itu pasti ada. Semakin besar masalahnya, semakin anda memiliki pengalaman yang bagus untuk memperbaikinya. Tanamkan keyakinan anda, bahwa usaha anda dapat berkembang lebih baik.

Itulah beberapa saran saya kepada rekan - rekan yang lain, semoga dapat membantu rekan - rekan semua agar dapat menjalankan usahanya dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Jangan lupa untuk terus berusaha dan berdoa.

Salam Enterprenuer Muda,




Yanuar Gajaksahda
email: yg_sahda@yahoo.com
www.gajakasahda.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....
TRANSMOJO Tour and Travel support Hotel Murah di Jogja - Original design by Bamz | Copyright of Gajaksahda.

Bisnis Bidang apa yang ingin diulas di blog Gajaksahda

Cari Blog Ini