Tampilkan postingan dengan label Tips dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sebuah Perjalanan Bisnis

Posted by Unknown Kamis, 04 Oktober 2012 0 komentar
Sudah lama saya meninggalkan blog ini, setelah beberapa tahun saya menjalankan roda bisnis. Akhirnya saya senang bertemu kembali dan meninggalkan jejak rekam pada blog saya ini. Perjalanan saya dalam berbagai bisnis yang telah dijalankan. Hingga akhirnya saya merasa bersyukur atas nikmat saat ini. Bisnis saya sekarang adalah Bisnis jasa dibidang Pariwisata. TRANSMOJO merupakan bisnis saya saat ini dan insyaallah akan saya pertahankan semaksimal mungkin. Hmm.. memang berat untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan sebuah bisnis.Tapi begitulah adanya, dengan semakin kita kuat mempertahankan sebuah bisnis, maka akan semakin berkembang.

Baca Selengkapnya ....

Peluang dan Resiko Distributor Produk - Produk Rumah Tangga

Posted by Unknown Kamis, 14 Januari 2010 0 komentar
Artikel kali ini, kita menjelaskan kembali bagaimana kita memulai usaha distributor atau menjual produk - produk kebersihan rumah tangga, dan bagaimana resiko dalam bisnis ini.

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan salah satu pertanyaan ini dari salah seorang yang kebetulan sering melihat blog saya ini. Berikut ini pertanyaan dan jawabannya.


Baca Selengkapnya ....

Sikap pengusaha yang baru memulai usaha #1

Posted by Unknown Jumat, 23 Oktober 2009 0 komentar
Maaf sebelumnya jika baru kali ini saya membuat artikel baru. Karena memang beberapa bulan ini saya sangat disibukkan dengan pekerjaan yang tiada hentinya. Dan saya baru bisa memulai untuk sekedar memberikan sedikit pengalaman, dengan apa yang telah saya lakukan bersama rekan - rekan pengusaha baru.

Pekerjaan saya bertugas sebagai konsultan bisnis yang membuat perencanaan bisnis mereka, yang pada dasarnya mereka belum pernah memulai bisnis. Mereka hanya memiliki dana yang mungkin jumlah tidak bisa ditentukan ( bagi saya ). Sehingga saya bekerja mulai dari membantu konsep bisnis hingga survey, pengambilan data - data (pasar, modal, dll ), pendampingan, motivasi dan informasi seputar bisnis.


Yahh.. walaupun saya bukanlah pebisnis sukses ataupun saya bukanlah konsultan yang hebat, namun saya juga memiliki sedikit pengalaman dan pengetahuan seputar bisnis dan perencanaannya. Sehingga untuk membuat bisnis, saya sedikit mengerti dibandingkan mereka.

Nahh.. disinilah saya sedikit sharing pengalaman atas pekerjaan saya sebagai konsultan bisnis.


Baca Selengkapnya ....

Mendirikan Usaha Pendidikan Anak

Posted by Unknown Rabu, 15 Juli 2009 0 komentar
Ini sebuah cerita dari seorang klien saya yang kebetulan telah saya tangani beberapa waktu lalu. Saat itu ia bingung untuk menentukan bisnis apa yang ingin dilakukannya, sebelumnya ia berkeinginan membuat salah satu usaha dibidang distribusi bahan kimia dan perlengkapannya.

Namun dirasa modal tidak mencukupi, akhirnya ia menghentikan penelitian dan pembuatan rencana bisnis distribusi bahan kimia dan perlengkapannya tersebut. Dan akhirnya, kami bertemu untuk saling diskusi dan konsultasi mengenai keinginan membuat usaha.



Baca Selengkapnya ....

Menentukan Target Penjualan #1

Posted by Unknown Kamis, 04 Juni 2009 0 komentar
Bagi anda yang merasa kesulitan dalam menentukan target penjualan untuk usaha anda, mungkin disini anda bisa melihat bagaimana caranya dan darimana anda menentukan target penjualan tersebut.

Pada umumnya, target penjualan dapat diprediksi dan dianalisa dengan menggunakan data - data sebelumnya (pengalaman di lapangan). Dan biasanya penentuan target penjualan dipertimbangkan berdasarkan: Jumlah pengsa pasar yang ingin diperoleh atau target pasar dan mempertimbangkan biaya operasional perusahaan.

Disini saya ingin berbagi informasi, dengan memperhitungkan target penjualan berdasarkan target konsumen yang ingin dicapai atau jumlah pangsa pasar yang ada.


TARGET PENJUAL BERDASARKAN PANGSA PASAR
Setiap produk memiliki jumlah pangsa pasar yang berbeda - beda, dan jumlah pembeliannya juga berbeda - beda. Hal ini harus kita perhitungkan sebelum membuat target penjualan. Misal: Produk deterjen di Yogyakarta dengan segmentasi laundry menengah ke bawah jumlahnya berkisar 200 outlet, sedangkan kelas menengah keatas berjumlah 100 outlet laundry. Dengan jumlah tersebut, maka cukup menggunakan tenaga salesman 1 orang. Sehingga akan dihitung, berapa target penjualan yang harus ditetapkan untuk 1 orang salesman tersebut.

1. Penentuan Jadwal Kunjungan
Dalam penentuan kunjungan, setiap salesman harus melakukan kunjungan terhadap laundry sebanyak 2 x kali sebulan atau 2 minggu sekali. Sehingga dari total 200 outlet tersebut (segmentasi laundry menengah kebawah), maka salesman akan melakukan kunjungan setiap harinya sebanyak 15 laundry.

Penentuan jumlah kunjungan ini bisa juga berasal dari waktu kunjungan salesman pada setiap outlet. Mis: salesman melakukan kunjungan outlet membutuhkan waktu 15 menit (untuk melakukan penawaran), jarak antara outlet membutuhkan 5 menit. Sehingga, jika salesman bekerja 7 jam atau 420 menit(waktu istirahat =1 jam), maka maks. outlet yang dapat dikunjungi salesman adalah 420 menit : 20 menit = 21 outlet.

Setiap salesman harus memiliki jumlah pelanggan/outlet yang akan ditangani, namun pada umumnya antara 200 - 300 outlet (bergantung dari jumlah pangsa pasar atau target konsumen yang ditetapkan perusahaan) . Dan juga, harus dibuat berapa kali dalam sebulan salesman menangani outlet, atau berapa kali salesman mengunjungi outlet dalam sebulan ( apakah seminggu sekali, 2 minggu sekali atau sebulan sekali ).

Dengan demikian, maka setiap harinya salesman akan memperoleh target penjualan setiap harinya, atau minimal salesman akan memperoleh target penjualan dari outlet yang ditangani.

2. Penentuan nilai penjualan
Dari Jumlah 15 - 20 outlet tersebut, maka di targetkan outlet yang melakukan pembelian adalah 10 outlet ( setiap target pembelian dapat dianalisa atau diambil dari dokumentasi pengalaman sebelumnya ) Dengan nilai pembelian rata - rata Rp 30.000

Maka dari dari sejumlah 10 outlet tersebut, salesman mendapatkan nilai penjualan sebanyak 10xRp 30.000 = Rp 300.000/hari. Sehingga salesman dapat membukukan nilai penjualan selama 1 bulan sebanyak Rp 300.000 x 25 hari kerja atau sebanyak Rp 7.500.000,- /bln.

Dalam penentuan nilai penjualan, bisa juga diprediksi dengan penentuan nilai penjualan setiap outlet dari target outlet yang ditetapkan. Mis: Dari 200 outlet laundry di Jogja, maka ditargetkan 80 laundry/outlet merupakan pelanggan kita. Dengan rata - rata setiap outlet melakukan pembelian produk sebanyak Rp Rp 100.000, maka dapat ditargetkan nilai penjualan salesman tersebut sebanyak Rp 100.000 x 80 atau sebanyak Rp 8.000.000

Mungkin cukup sekian dulu penjelasan mengenai penentuan target penjualan berdasarkan target konsumen atau jumlah pangsa pasar. Sedangkan penentuan target penjualan berdasarkan biaya operasional ( HPP dan biaya salesman ) akan dibahas lain waktu.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin menggunakan tenaga salesman, Salam Entreprenuer.

Baca Selengkapnya ....

Menentukan bisnis bagi pebisnis pemula.

Posted by Unknown Sabtu, 16 Mei 2009 0 komentar
Ada seorang calon pebisnis yang ingin membuka usaha, namun dia bingung mau usaha apa dan bagaimana caranya. Untuk itu, disini saya ingin membantu sedikit untuk menentukan usaha apa yang cocok dan sesuai dengan keinginan anda.

Pertama - tama buatlah daftar atau tulisan berikut ini :

Informasi dari Klien / calon pemilik bisnis

1. Keahlian : tidak tahu.

2. Minat bidang : Food and beverage
Internet Marketing
Fotografi
Jula Beli Produk

3. Rencana Lokasi : Yogyakarta

4. Alokasi Dana 1. Maks. 20jt
2. Maks. 5jt

5. Pengalaman bisnis yang sama :
- Kedai Cherry ( Cafe )
- Jualan Pulsa Grosiran
- Franchisor Buger
- Investasi bidang Pertanian (Kentang)
- Trader Forex

6. Keinginan usaha sebelumnya.
- Juice Buah
- Café Shop
- Kukentang ( penjualan kentang goreng dengan modifikasi produk )
- Penjul / Jual Beli ATK
- Penjual / Jual Beli Babyshop



Analisa Usaha yang akan dibuka nanti :
1. Bidang Makanan.
- Kelemahan
a. Usaha makanan tergantung dari produksinya / juru masak. Sedangkan pemilik tidak bisa memasak.
- Kelebihan
a. Memiliki minat yang besar dalam bidang ini.
b. Memiliki pengalaman dalam bisnis sebelumnya

2. Bidang Jual Beli Produk
- Kelemahan:
a. Pengalaman belum ada.
b. Analisa Pasar / Peluang usaha yang potensial.
- Kelebihan
a. Minat dalam bidang ini.
b. Memiliki akses dalam produsen atau kulakan produk.


Alternatif yang diambil

1. Usaha apa saja yang ada dan berpotensial dengan dana maks. 5 jt. dan maks. 20 jt
- Juice Buah : Maks. 5jt
- Café / Warung Kopi : Maks. 5jt dan Maks. 20jt
- Warung Pecel Lele : Maks. 5jt
- Warung Pecel Madiun : Maks. 5jt dan Maks. 20jt
- Kentang Goreng : Maks. 5jt
- Franchisee Minuman : Maks. 5jt
- Jualan Burger : Maks. 5jt dan Maks. 20jt
- Grosiran Snack : Maks. 5jt
- Jamu Tradisional : Maks. 5jt dan Maks. 20jt
- Outlet Minuman Herbal :Maks. 5jt
- Warung makan dengan spesifik lainnya : Maks. 5jt dan Maks. 20jt


2. Alternatif Bidang lainnya
- Digital Printing : Maks. 5jt dan Maks. 20jt


Target Pembukaan Usaha :
Akhir Juni 2009


Waktu yang dibutuhkan untuk merencanakan bisnisnya :

1. Penetapan salah satu bidang bisnis : 1 minggu
2. Perencanaan Bisnis
· Survey Pasar : 1 Bulan
· Analisa : 1 Minggu
· Program/Strategi bisnis : 2 Minggu
· Persiapan Bisnis : 1 Bulan
3. Launching

TOTAL Waktu perencanaan yang dibutuhkan = 3 Bulan


Saran dan Kesimpulan :
1. Jika ingin membuka usaha dengan dana sekitar 20jt, maka sebaiknya ditunda dari target pembukaan sebelumnya.
2. Jika ingin membuka dengan dana maks. 5jt maka perencanaan bisa dipersempit lagi waktunya.
3. Penetapan bisnis yang ingin dilakukan nanti, berdasarkan analisa SWOT ( Kekuatan, Kelemahan, Ancaman dan Peluang )
4. Jika sudah memiliki keyakinan membuka suatu bisnis, akan lebih mudah untuk merencanakan bisnisnya.


Gambaran diatas hanyalah sebuah alat bantu dalam menentukan pilihan bisnis kita, selain itu anda juga bisa melihat dan menganalisa peluang - peluang bisnis yang lainnya. Namun jangan lupa, pada tahap penelitian awal (ketika anda menganalisa peluang) dapatkan informasi yang sejelas - jelasnya dan baik buruknya. Sehingga keputusan dapat dibuat secara obyektif.

Semoga dapat membantu anda, Salam Entreprenuer.
Yanuar Gajaksahda

Baca Selengkapnya ....

INOVASI TIADA HENTI

Posted by Unknown Minggu, 11 Januari 2009 2 komentar
Ide menurut kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti pikiran atau gagasan, sedangkan inovasi adalah sesuatu hal yang baru. Terciptanya inovasi dimulai dari munculnya beberapa ide yang diaplikasikan melalui serangkaian proses untuk dikembangkan menjadi sebuah sample / prototype (contoh).

Di era zaman yang serba digital seperti sekarang ini tentu dibutuhkan sebuah produk atau kegiatan yang bisa menarik perhatian masyarakat, yang selanjutnya dapat menjadi trendsetter atau gaya hidup baru di kalangan masyarakat. Untuk menghasilkan sebuah ide yang inovatif tentunya membutuhkan sebuah langkah dan proses yang matang dengan disertai sebuah pengamatan cermat serta yang telah ditelaah terlebih dahulu. Untuk mewujudkan sebuah inovasi tentunya dibutuhkan ide terlebih dahulu untuk modal awal pencapaian. Dalam sebuah komunitas atau kelompok, ide serta inovasi sangatlah dibutuhkan dalam berkegiatan untuk menghindari kebosanan dan memberikan kesegaran anggota yang ada di dalamnya. Sangat banyak cara untuk mendapatkan sebuah ide yang kreatif serta inovatif. Namun kadangkala kita sulit menerapkan ide tersebut untuk dapat diaplikasikan pada sebuah kegiatan, atau kita sulit mendapatkan ide untuk memecahkan segala keterbatasan yang kita miliki.

Disini kita belajar bagaimana caranya kita mendapatkan ide yang inovatif dengan memaksimalkan kreatifitas kita untuk mendapatkan sesuatu hal yang berguna dan membantu permasalahan yang kita miliki. Mengapa harus inovatif, dan apa manfaatnya sesuatu hal yang inovatif tersebut?


Manfaat dari sebuah ide yang inovatif adalah :

Memberikan kemudahan dalam penggunaan.
Produk iPod telah menciptakan kemudahan dalam mendengarkan musik yang dapat dibawa kemana – mana, produk ini lebih mudah digunakan dibandingkan produk walkman. Alat pengangkat galon menciptakan kemudahan dalam membawa galon air mineral untuk dibawa (gambar terlampir). Serta ada juga alat yang memudahkan kita dalam menggunakan sepatu, agar tidak perlu jongkok/duduk pada waktu merapihkan dengan tangan. ( kreasi dari pelajar Jepang ).

Dapat melakukan penghematan biaya.
Seringkali kita mendengar pepatah berikut ini: “ Tak ada rotan, akar pun jadi “. Maksud dari pepatah tersebut adalah mengoptimalkan keterbatasan kita agar dapat meng hasilkan sesuatu yang maksimal. Orang – orang yang kreatif akan selalu dapat memaksimal suatu barang, agar dapat berguna untuk dirinya tanpa harus membeli dengan harga yang tidak terjangkau.

Dapat menambah nilai suatu barang / produk.
Barang yang tidak berguna, kini dapat lebih berguna dan bermanfaat. Seperti alat olahraga (fitness) yang sudah tidak dapat digunakan, kini dapat bermanfaat untuk mesin cuci. Produk ini menggunakan sistem seperti becak yang “digenjot” sehingga dapat memutar bagian mesin untuk mencuci pakaian. Selain itu, masih banyak produk – produk yang sudah tidak terpakai

Dapat menghibur dan memberikan rasa segar ( refreshing ).
Ide – ide yang kreatif dan innovatif dapat memberikan sesuatu yang menyegarkan dan menghibur. Karena setiap manusia pasti akan selalu membutuhkan sesuatu yang berbeda, sehingga haus akan pembaharuan dalam gaya hidupnya. Untuk itulah, kreatifitas yang menyegarkan dan menghibur seringkali dapat menghasilkan keuntungan tersendiri bagi penciptanya. Contoh : Pelatihan dengan cara outbond saat ini lebih banyak disukai oleh perusahaan, karena perpaduan antara pelatihan dan penyegaran otak ( karena setiap hari selalu bekerja ) dapat membantu meningkatkan kinerja pegawainya.

Memberikan suasana yang berbeda.
Suatu hotel yang menawarkan produk alami dengan perpaduan alam yang indah atau rumah sakit yang menawarkan pengobatan herbal tanpa menggunakan bahan kimia. Harganya pasti lebih mahal dan tentunya banyak dikunjungi, karena menawarkan sesuatu hal yang berbeda dengan yang lain.

Dapat menghasilkan pendapatan (commercial )
Dunia Internet seringkali dapat menghasilkan pendapatan yang luar biasa, sebagai contoh adalah web blog. Dulu jika kita ingin menampilkan sesuatu untuk diketahui dunia luar, kita harus menggunakan website yang harganya mahal. Namun, sekarang dengan menggunakan blog, kita dapat memberikan informasi tentang semua aktifitas kita tanpa harus membayar dan tanpa harus berurusan dengan kode-kode yang membuat kita pusing.

Inovasi Ditempat Teratas

Untuk mendapatkan sebuah inovasi yang maksimal dan cermat tentu juga harus dilakukan dengan proses dan langkah yang tepat pula, adapun Langkah – langkah menciptakan sebuah inovasi adalah sebagai berikut :

Memahami pasar, teknologi dan kendala – kendala yang mungkin timbul dari sebuah masalah. Biasanya dalam sebuah proyek, kita sering menantang kendala – kendala itu, tetapi yang sering adalah memahami yang ada saat ini.

Mengamati orang – orang dalam situasi yang sebenarnya, menemukan apa yang membuat mereka bertingkah laku seperti itu, apa yang membingungkan mereka, apa yang mereka suka, apa yang tidak mereka sukai, apa kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi oleh produk dan jasa yang tersedia saat ini. Sehingga kita dapat menciptakan sebuah solusi untuk membantu mempermasalahan mereka

Memvisualisasikan konsep – konsep baru tersebut dan para pelanggan yang menggunakannya. Beberapa orang membayangkan langkah ini seperti memprediksi masa depan dan mungkin merupakan tahapan di mana curah pendapat dilakukan secara intensif. Sering kali visualisasi itu berupa gambar atau simulasi komputer, display, sketa atau video, meskipun kita menciptakan dengan ribuan model / prototype untuk sebuah inovasi.

Mengevaluasi dan menyempurkan prototipe secara berulang – ulang dan cepat. Coba untuk tidak terpaku pada beberapa prototipe pertama, karena kita tahu akan berubah. Tidak ada sebuah ide yang begitu sempurna dan bagus sehingga tidak perlu untuk diperbaiki, maka kita merencanakan serangkaian perbaikan. Mendapat masukan dari tim internal, dari para ahli yang tidak terlibat secara langsung dalam proyek dan dari orang – orang yang menjadi sasaran. Mengamati apa yang jalan dan apa yang tidak, apa yang membingungkan, apa yang mereka sukai, dan secara bertahap memperbaiki produk itu dalam percobaan selanjutnya.

Menerapkan konsep baru tersebut untuk komersialisasi. Tahap ini sering kali menjadi bagian yang terlama dan secara teknis paling menantang dalam proses pengembangan, dalam melakukan implementasi konsep tersebut sangat tergantung pada kredibilitas semua kerja kreatif pada tahap sebelumnya.


Inovasi Dimulai dari Mata

Dari mata turun ke hati, dari mata naik ke otak, dari mata lahirlah sebuah ide. Sebuah prinsip sederhana yang telah digunakan para ilmuwan, antropolog, seniman, penulis, wiraswastawan sebagai sebuah pemahaman yang intuitif. Melihat dan mendengar adalah sebuah langkah sederhana awal untuk menciptakan , memperbaiki, membuat sebuah terobosan, baik dalam produk ataupun ide. Begitu anda memahami sesuatu dengan cermat segala macam pemahaman, maka peluang akan segera terbuka.

Hasil dari pengamatan dari mata kita, sebuah informasi dan data – data akan diperoleh untuk diajukan dalam kegiatan analisa atau curah pendapat. Semakin banyak informasi dan data – data yang masuk, maka akan semakin mudah kita menciptakan ide – ide, sehingga semakin besar peluang sebuah inovasi diciptakan. Untuk itu, pengamatan adalah hal utama dalam pencarian titik permasalahan dalam menciptakan sebuah inovasi.

Baik di bidang seni, sains , teknologi, atau bisnis, inspirasi sering kali datang dari kedekatan dengan tindakan. Itulah sebagian alasan mengapa ilmu bumi, bahkan di era internet, inovasi tetap dipelajari. Ide baru didapat serta muncul dari melihat, mencium, mendengar di tempat. Keterlibatan panca indra ini merupakan alasan mengapa orang tetap terbang ke bagian lain di suatu negara untuk menatap.

Kadangkala kita mendapatkan suatu permasalahan yang samar – samar versus permasalahan yang teridentifikasi dengan jelas, jika kita mendapatkan informasi dari pengamat, produsen atau penyelenggara. Ketika anda sedang melakukan pengamatan, saya sarankan agar anda memberikan perhatian khusus pada sasarannya secara langsung, bahkan mencatat kesan, reaksi dan pertanyaan yang muncul. Khususnya masalah – masalah dan hal – hal yang mengganggu mereka. Karena inovasi ini diciptakan untuk mereka (pengguna), sehingga mereka lah yang mengerti bagaimana permasalahan tersebut terjadi.


Curah Pendapat

Curah pendapat atau sharing atau diskusi sangat perlu dilakukan agar gagasan serta harapan – harapan yang ada dapat diwujudkan dengan cepat dan maksimal. Adapun Langkah – langkah melakukan curah pendapat agar didapatkan hasil yang maksimal dan terarah adalah :

Mempertajam Fokus
Pencurah pendapat yang baik mulai dengan menyatakan masalah yang jelas. Bentuknya sesederhana pertanyaan. Gugup dan tegang lebih baik daripada samar – samar. Sesi bisa dimulai dengan lebih baik dan anda dapat mengembalikan para peserta kepada topik utama dengan lebih mudah jika anda mempunyai uraian masalah yang jelas seperti sebuah perusashaan tanpa strategi yang jelas. Anda akan berjalan tanpa tujuan dan membutuhkan banyak keberuntungan / bakat yang luar biasa untuk berhasil. Jika suatu saat anda memimpin sebuah sesi yagn tidak mempunyai arah, luangkan waktu beberapa menit untuk mengembangkan pernyataan masalah dengan baik. Hal ini bukanlah tindakan membuang waktu percuma. Carilah sesuatu yang nyata sehingga partisipasi dapat merasakannya tanpa membatasi kemungkinan solusi – solusinya.

“Bagaimana kita dapat mempercepat waktu untuk memperoleh hasil pertama bagi pencarian yang dilakukan oleh pelanggan melalui hubungan modern” dapat membuka inovasi yang akhirnya meghasilkan keunggulan yang anda cari.

Aturan – aturan yang menyenangkan
Jangan memulai mengkritik dan mendebat sebuah ide. Itu dapat melemahkan energi sesi dengan cukup tepat. Anda memerlukan cara untuk mengesampingkan kritik tanpa mematikan pengkritik sama sekali. Di IDEO banyak ruang rapat yang dihiasi aturan curah pendapat yang dicetak dengan huruf – huruf yang tingginya enam inchi di tembok, contohnya “Kejar Kuantitas”, Munculkan ide – ide gila atau jadilah visual. Tidak mau menulisi tembok anda? Mungkin fasilitator dapat membunyikan bel bila partisipasipan mulai mengubah curah pendapat menjadi rapat biasa. Posisi itu raksasa atau menuliskannya dengan jelas pada papan tulis putih.

Beri nomor ide – ide anda
Memberi nomor tiap – tiap ide cukup mudah dimengerti, bukan? Begitu mudahnya dimengerti sehingga bagi kita memerlukan waktu sepuluh tahun utuk menemukannya. Menomori ide – ide yang muncul dalam curah membantu dalam dua hal. Pertama merupakan alat untuk memotivasi peserta sebelum dan selama sesi (“marilah kita mencoba mendapatkan seratus ide sebelum meningglkan ruangan”) atau mengukur kelancaran curah pendapat yang baru berakhir. Kedua merupakan cara yang bagus untuk melompat mundur atau maju dari ide ke ide tanpa kehilangan jejak di mana anda berada. Kita menemukan bahwa seratus ide per jam biasanya menandakan sesi curah pendapat yang bagus dan lancar. Tapi pada akhirnya kualitas yang terpenting.


Membangun dan Melompat
Para pencurah pendapat yang berenergi lebih, cenderung mengikuti kurva kekuatan yang curam dimana momentum terbangun secara perlahan – lahan yang kemudian berkembang secara intens lalu kemudian mulai mendatar. Fasilitator terbaik dapat mengembangkan percakapan yang muncul dengan sentuhan lembut pada fase pertama dan cukup tahu untuk membiarkan ide – ide pada bagian menanjak dari kurva penyampaian ide.

Ketika energi seseorang melemas pada saat diskusi keandalan failitator benar – benar dibutuhkan. Dalam contoh curah pendapat tentang minuman kopi sambil bersepeda, saran pembangun yang bagus untuk mempertahankan momentum barang kali, peredam kejut merupakan ide yang bagus sekarang apakah ada ide ain agar kopi tidak tumpah saat bersepeda, ketika sepeda menghantam gundukan tanah? Sebaliknya ketika diskusi melemah pernyataan transisi melompat yang bagus mungkin seperti ini. OK mari kita berganti gigi pikirkanlah beberapa solusi tanpa dipegang sama sekali yang memungkinkan pengendara sepeda tetap memegang kemudi dengan kedua tangan terus menerus. Cobalah untuk mendorong dan mengembangkan ide, perkenalkanlah visi kecil atau melmpatlah baik mudur ke jalur sebelum anda lalui atau maju pada pendekatan yang baru sama sekali. Apapun yang anda lakukan cobalah memasuki kurva kekuatan berikutnya dan pertahankan energi.

Ruangan Mengingat
Pemimpin curah pendapat yang bagus mengerti kekuatan ingatan spesial. Tuliskanlah aliran ide – ide pada media yang dapat dilihat oleh seluruh kelompok. Ada banyak teknologi digital yangmuncul untuk kerja kelompok tetapi kita memperoleh sukses besar dengan peralatan yang sangat sederhana seperti spidol, post it yang ditempel di didinding dan gulungan kertas dari toko daging zaman dulu yag diletakkan di atas meja. Curah pendapat adalah proses yang sangat berorientasi pada kelompok, dasn pada penulisan yang cepat yang dilakukan fasilitator adalah salah satu titik fokus yang mempersatukan kelompok.

Kita tidak berbicara tentang pencatatan rapat secara pribadi disini, tetapi menagkap ide – ide bagus sehingga kelompok dapat melihat kemajuan mereka dan kembali kepada hal – hal yang kelihatannya perlu mendapatkan perhatian lebih banyak. Tutuplahn hampir setiap dinding dan permukaan datar kertas sebelum sesi dimulai. Dengan cara itu anda tidak perlu berada pada posisi sulit karena harus menghapus ide – ide pendapat yang telah dicurahkan. Ketika anda secara cepat menangkap ide tim buatlah catatan mental dan ide – ide yang layak ditinjau kembali selama periode pembentukan dan pelompatan. Ketika anda kembali ke posisi di dinding dimana sebuah ide tertulis ingatan spesial membantu orang – orang menangkap kembali pola pikir yang mereka miliki pada waktu ide itu pertama kali muncul.

Regangkanlah Otot – otot Mental anda
Orang – orang sibuk, waktu pendek apakah berguna membakar waktu pada permulaan curah pendapat dengan melakukan berbagai bentuk pemanasan kelompok? Mungkin, tetapi mungkin itu dengan cepat berubah menjadi ya dalam keadaan tertentu :
Bila kelompok belum pernah bekerjasama sebelumnya
Bila kebanyakan anggota kelompok tidak sering curah pendapat
Bila kelompok tampak beralih perhatian dengan menekankan pokok persoalan lain yang tidak ada hubungannya

Ada satu bentuk permainan yang sering dilakukan adalah “permainan kata” cepat untuk menjernihkan pikiran (penyembuhan Zen menyebutnya “pikiran pemula”) dan membuat kelompok menjadi lebih bersahabat Bentuk pemanasan lain adalah mengerjakan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan pokok persoalan. Pertama – tama kita memberi pekerjaan rumah kepada dua kelompok, satu kelompok membaca latar belakang dan mendengarkan kuliah para pakar mengenai teknologi. Satu kelompok lagi menghabiskan ½ jam di toko mainan lokal melihat teknik mutakhir dari mainan lokal. Kelompok ketiga tanpa persiapan untuk curah pendapat, dan apa yang terjadi adalah kelompok yang melihat teknologi mutakhir di toko mainanlah yang menjadi pemenang

Lakukan secara fisik
Curah pendapat adalah hal yang sangat visual, didalamya termasuk memetakan sketsa, memetakan pikiran, menggambar diagram dan menempel gambar. Anda tidak perlu seorang seniman hebat untuk dapat mengemukakan maksud anda, dengan sketsa atau diagram, tanggalkan kecemasan anda di pintu dan melmpatlah masuk dengan peralatan visual apa saja yang anda miliki.

Tentunya setelah curah pendapat yang tepat telah dilakukan, akan menghasilkan seratus atau lebih ide – ide, yang mungkin sepuluh diantaranya akan menjadi sebuah yang masuk akal dan diwujudkan. Curah pendapat yang bagus bisa jadi memberi anda perasaan yang fantastis dan sejam kemudian anda berjalan keluar ruangan dengan sedikit lebih kaya pengalaman. Saya pikir perasaan spontan karena semangat tim adalah penyebab kita dapat menemukan begitu banyak solusi yang tidak umum bagi masalah – masalah yang kelihatannya tidak mudah dipecahkan.

Tim mungkin tidak memiliki pegalaman inovasi pada kebanyakan perusahaan, tetapi kelompok dimulai dari undividu – individu. Saya yakin komunitas anda mempunyai banyak orang luar biasa, cocokkan mereka dengan kegiatan yang anda lakukan, tantang mereka dan beri kesempatan kepada yagn berkembang dan lindungi serta bimbing yang melakukan kesalahan. Tidak ada tim bersemangat yang tidak menyelesaikan pekerjaan mereka.


Pembuatan Prototipe adalah perwujutan inovasi

Prototipe atau perwujudan ide gagasan adalah sebuah kondisi pikiran. Bayangkan sebuah tim para pembuat film terbaik, mereka adalah orang – orang yang menyelesaikan pekerjaan. Orang yang membuat sebuah prototipe di setiap harinya untuk dapat terus bertahan, memikirkan cerita berikut dan berikunya.
Membayangkan, menggambar, membuat model, mensketsa ide dsa membuat barang, mendorong terjadinya penemuan yag tidak terduga, tidak jauh tentang bermain dan menjelajahi batas – batas. Prototipe yang memberikan hil terbaik dalam berbagai situasi merupakan sebuah sasaran gerak, prototipe yang baik tidak hanya Cuma bicara namun juga mempgeruhi.

Pembuatan prototipe juga bisa dikatakan membuat sebuah tarian, kadang – kadang musik tidak membuat langkah anda bergerak atau langkah anda berhenti. Tetapi tidak ada kata untuk berhenti. Seperti hambatan yang dialami penulis terjadi ketika seseorang berhenti menulis, demikian juga inovasi akan terhenti jika prototipe berhenti dibuat. Ketika inspirasi menghentikan anda, jangan murung di meja anda. Buatlah sesuatu untuk ide anda.

sumber gambar
atas : www.
itorganization2017.wordpress.com
bawah : www.
entrepreneurthearts.files.wordpress.com


Baca Selengkapnya ....

Ciri - ciri orang yang selalu beruntung

Posted by Unknown Minggu, 28 Desember 2008 0 komentar
Ciri - ciri orang yang selalu beruntung :

1. Orang yang berpikiran positif
2. Suka membantu
3. Suka berteman
4. Ikhlas
5. Orangnya sabar
6. Suka mencari segala sesuatu
7. Banyak bertanya


Gak tahu apakah ada penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau tidak, namun biasanya begitulah ciri - ciri dari orang - orang yang selalu beruntung. Memang, orang yang beruntung selalu mendapatkan apa yang diinginkan karena dia selalu berusaha untuk mendapatkan kesempatan sebanyak - banyaknya dalam peruntungannya. Sehingga keberuntungannya lebih pada hasil usaha dia pada waktu yang lalu, walau sekilas dia mendapatkan beruntung.

Intinya orang yang beruntung adalah orang yang lebih memikirkan keuntungannya untuk jangka panjang dari pada jangka pendek. Sehingga dia melakukan penyebaran virus - virus keberuntungan.

Siapkah kita untuk mendapatkan keberuntungan esok hari ( bukan hari ini), lakukan semua hal diatas untuk mendapatkannya. Semoga beruntung...!!!

Baca Selengkapnya ....

Bagaimana Melakukan Penelitian Pasar

Posted by Unknown Senin, 22 Desember 2008 0 komentar
Secara Mudahnya, penelitian bisnis dapat kita gunakan untuk kepentingan usaha kita. Namun kadang kala kita tidak bisa bahkan tidak mau untuk melakukan penelitian ini. Dengan alasan memakan waktu dan biaya, serta alasan kita sudah merasa lebih tahu keinginan konsumen, penelitian bisnis kadang di abaikan.

Fungsi dan Tujuan penelitian bisnis :
1. Kita dapat mengetahui keadaan pasar yang sebenarnya, bukan sebuah berita ataupun isu
yang terkadang menyesatkan.
2. Kita dapat mengetahui keinginan konsumen.
3. Dengan jelas kita bisa melihat segmentasi pasar yang ingin kita tuju.
Mis : pangsa pasar kita mahasiswa, setelah disurvei, ternyata macam2 jenis mahasiswa yang
kita ketahui. Ada yang kelas atas/bawah, rajin/malas, senang berbelanja/tidak, mahasiswa
baru, atau tingkat akhir. Semua jenis atau karakter setiap pangsa pasar memiliki
keinginannya masing2, dan kita tidak bisa menebak hanya dari 1 atau 2 orang saja.
4. Kita jadi tahu kebiasaan mereka, main kemana, sama siapa, kesukaanya apa, dll
5. Kita bisa meminta pendapat mereka, jika usaha kita akan dijalankan apa yang harus dilakukan
6. Kita bisa mempromosikan usaha kita kepada mereka, sebelum orang lain tahu.
7. Kita bisa menambah referensi bisnis ataupun relasi.
8. Yang lebih penting lagi, kita bisa menerapkan strategi pemasaran yang cocok untuk mereka.

Untuk itulah, begitu penting penelitian bisnis ini digunakan untuk usaha kita, maka bagi saya ini adalah wajib dilakukan sebelum membuka sebuah usaha. Bagi anda yang belum pernah melakukannya, disini akan saya jelaskan sedikit bagaimana saya menjalankan penelitian yang sifatnya skala kecil.

Langkah - langkah dalam penelitian bisnis :

1. Penelitian bisnis ada banyak cara, seperti : wawancara, pengambilan data di internet, survei
ke konsumen, pedagang, distributor, asosiasi, dosen/pengajar, dll
2. Menyiapkan materi pertanyaan ataupun informasi yang kita butuhkan. Biasanya saya
melakukannya dengan dua cara, yaitu : melakukan searching di internet dan wawancara tatap
muka.
3. Jika dilakukan wawancara, maka kita membuat quisioner terlebih dahulu. Isinya antara lain :
- data-data responden
- pertanyaan seputar bisnis
- pertanyaan seputar produk
- permasalahan konsumen yang sering dihadapi jika menggunakan produk
- keinginan atau harapan konsumen pada produk
- jika produk kita hadir, bagaimana tanggapannya dan apa sarannya.
4. Jumlah orang yang kita wawancarai, biasanya saya mengambil sample 20 - 50 orang. Ini
sangat bergantung dari kualitas data, semakin banyak orang yang kita wawancarai, maka
semakin jelas dan berkualitas data yang kita ambil.
5. Bagaimana menentukan orang yang diwawancarai? Biasanya saya tentukan dulu pangsa
pasarnya. Setelah itu saya cari teman, komunitas, email, milis, dll untuk menentukan siapa
saja yang diwawancarai.
6. Jika dalam perjalanan penelitian, saya sudah menemukan segmentasi yang dirasa pas. Saya
langsung merubah untuk memfokuskan pada segmen tersebut. Contoh : Jika pangsa pasar
mahasiswa, jika ternyata produk saya cocoknya segmentasi mahasiswa kelas atas, saya
langung mengambil sample / responden untuk mahasiswa kelas atas. Dengan ciri - ciri :
membawa mobil, memiliki handpone kelas atas, berpenampilan rapi, fashionable, dll ( ciri2
tersebut sebagai contoh aja )

Setelah itu data - data tersebut kita kumpulkan dan dianalisa. Setelah itu hasil tersebut kita analisa sehingga bisa dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan untuk membuat strategi pemasaran. Selain itu anda dapat menentukan jenis segmentasi pasar dengan tepat dan jelas. Jika anda merasa bahwa terdapat kekurangan data, maka anda bisa tambahkan dari data internet, referensi atau buku/majalah.

Tips Bisnis :
Produk akan berhasil jika kita dapat menentukan segmentasi yang tepat dan membuat program pemasaran yang efektif.

Baca Selengkapnya ....

3 Hal yang bisa membuat usaha kita sukses

Posted by Unknown Jumat, 19 Desember 2008 0 komentar
Mengutip dari wawancara tim Majalah Wirausaha & Keuangan dengan Om Bob Sadino melalui bonus CD Majalah Wirausaha & Keuangan edisi Juli 2008, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi pengusaha sukses. Dalam CD tersebut ada 2 pebisnis yang dilakukan wawancara secara ekslusif, yaitu Anne Ahira dan Bob Sadino.

Namun ada perkataan atau pernyataan Om Bob ( panggilan akrab Bob Sadino ) yang menjadi kekuatan dan menjadi kunci dalam setiap menjalankan rencana bisnis saya, Yaitu 3 Hal yang bisa membuat usaha kita menjadi sukses.

1. The First ( Menjadi yang Pertama )
Om Bob Sadino yang dulu dikenal sebagai suplier ayam broiler merupakan satu - satunya pengusaha yang bermain di katagori usaha ini. Sehingga dia bisa meraih dari hasilnya saat ini. Yang pertama atau the first meruapakan suatu langkah kita memasuki suatu jenis usaha, yang mana pemain lain belum pernah masuk. Jika dalam bahasa pemasaran, strategi ini dijelaskan dalam sebuah buku "Blue Ocean" dimana kita berlayar menjauh dari persaingan dengan menemukan lautan biru yang belum terjamah.

Ini bisa kita lihat juga kasus dari Motor Matic di Indonesia, dimana Yamaha Mio merupakan motor matic yang pertama di Indonesia, dengan segmentasi wanita yang belum terjamah oleh kompetitor lainnya. Hingga saat ini Yamaha Mio masih memegang pemimpin pasar untuk produk Motor Matic.

Bagaimana dengan kondisi sekarang? Kita sekarang dituntut untuk melakukan inovasi - inovasi terhadap produk saat ini, agar menjadi produk yang baru. Atau sekarang kita juga dituntut untuk mencari segmentasi pasar yang belum terpikirkan oleh kompetitor lainnya, biasanya pangsa pasar ini lebih sedikit.

2. The Different ( Menjadi yang berbeda )
Walaupun kita tidak bisa menjadi pemain yang pertama dalam suatu bidang usaha, maka kita harus bisa membuat suatu perbedaan terhadap pesaing kita. Suatu perbedaan disini bisa dilihat dalam produk, strategi penjualannya, strategi promosi, atau yang lain.

Banyak kasus dalam usaha - usaha di Indonesia yang memiliki diferensiasi ini. Namun, tidak sedikit pula usaha - usaha yang gagal dalam meraih pangsa pasar walau sudah melakukan diferensiasi. Ini biasanya mereka ( usaha yang gagal ) tidak mengetahui, " apakah diferensiasi yang mereka lakukan tersebut dibutuhkan oleh konsumen atau tidak? " percuma kita melakukan diferensiasi jika bukan sesuatu yang dibutuhkan oleh konsumen.

Contoh: Usaha rumah makan keluarga melakukan differensiasi dengan menambah suasana bermain anak / taman bermain. Ini merupakan hal yang dibutuhkan oleh konsumennya, karena jika segmentasinya untuk keluarga, biasanya mereka membawa seluruh anggota keluarganya (termasuk anak kecil). Nahh... lain halnya jika Rumah Makan tersebut melakukan diferensiasi dengan menambah panggung musik untuk pengunjung.

Jadi... diferensiasi ini bisa jadi penambahan nilai, atau perubahan budaya yang bisa dirasakan secara langsung oleh segmentasi pasar yang ingin kita tuju. Sebaiknya dilakukan survei konsumen terlebih dahulu sebelum benar - benar diterapkan, sehingga kita bisa melakukan revisi atau perbaikan yang bertujuan untuk memuaskan keinginan konsumen.

3. The Best ( Menjadi yang terbaik )
Jika usaha kita bukan yang pertama / mengawali, dan usaha kita juga tidak bisa melakukan suatu perbedaaan, Langkah The Best wajib kita lakukan untuk menjadikan usaha kita sukses. The best atau yang terbaik haruslah mengukur dari kompetitor atau pesaing yang ada di pasar anda. The best produk, the best marketing, and the best manajemen.

Jangan mengandalkan usaha seadanya jika kita tidak memiliki 2 hal diatas ( The First atau Different ), dan perhatikan kenyamanan konsumen atau pelayanan after sales.

Dengan mempertimbangkan 3 hal tersebut diatas, anda dapat menjadikan usaha anda lebih berhasil dalam meraih keuntungan. Dan anda bisa mengembangkan usaha dengan memaksimalkan Sumber Daya yang ada.

Baca Selengkapnya ....

Menyikapi Krisis Ekonomi Dunia

Posted by Unknown Jumat, 17 Oktober 2008 0 komentar
Beberapa terakhir ini pasar di dunia kembali diguncangkan oleh resesi di Amerika. Pasar keuangan kembali anjlok dan bahkan sempat beberapa bursa pasar di Eropa dan Amerika, bahkan di Inonesia di tutup beberapa saat. Ini merupakan hal yang pertama terjadi dalam 1 abad ini. Walaupun ini merupakan krisis ekonomi yang sama dengan krisis ekonomi 1998, namun dampaknya bisa terjadi sama dengan waktu 1998. Untuk itu, semua perusahaan, baik skala kecil maupun menengah berusaha menyikapi dengan berbagai cara. Ada yang mengurangi biaya pembelian, mengurangi jumlah karyawan, atau dengan membeli saham perusahaan sendiri (buy back). Semua itu dilakukan agar dapat mengurangi dampak akibat turunnya harga saham perusahaan di seluruh dunia.
Salah satu contohnya, perusahaan mobil Nissan memPHK 40% karyawannya,
perusahaan BUMN melakukan buy back sahamnya di BEI, dll

Nah, bagaimana dengan kita sebagai perusahaan kecil ini? Secara tidak langsung, perusahaan kecil yang bergerak dalam bisnis ril akan terkena dampaknya. Ini terbukti dengan mahalnya harga produk import ( bahan baku ), sulitnya untuk melakukan penjualan eksport karena minatnya menurun, dan masih banyak lagi.

Beberapa referensi nasehat yang diberikan oleh pakar ekonomi Indonesia :
1. Mengurangi cost (biaya) tidak langsung, dan memperketat biaya langsung.
2. Persediaan bahan baku dikontrol agar tidak berlebih dan juga tidak kekurangan.
3. Jika memungkinkan, beralih atau melakukan derifikasi usaha ke produk riil. Seperti kebutuhan rumah tangga atau produk - produk primer dan sekunder. Karena produk ini paling dapat bertahan, jika terjadi krisis ekonomi. Ini terbukti pada waktu krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998.
4. Untuk peminjaman dana, disarankan untuk beralih ke peminjaman yang bersifat syariah.
5. Usaha yang berpotensial saat ini salah satunya adanya pemberdayaan sumber daya alam di Indonesia yang dapat memberikan sumber energi terbaharui. Namun untuk skala kecil, usaha ini masih sangat sulit.

Baca Selengkapnya ....

Memancing tanpa tahu ikannya, apa jadinya...???

Posted by Unknown Jumat, 25 Juli 2008 0 komentar
Kemarin, kebetulan agen saya datang ke kantor. Dia bermaksud untuk meminta proposal bisnis yang telah saya buat, kebetulan dia juga berminat untuk menjadi invesor saya. Setelah saya jelaskan sedikit mengenai perkembangan dan langkah - langkah untuk menjadi investor, saya menanyakan kepadanya tentang usahanya saat ini ( kebetulan dia juga merupakan salah satu pemilik saham waralaba ). Dan kebetulan dia meminta bantuan untuk dicarikan tempat-tempat yang strategis untuk outletnya, kemudian saya bertanya : " lokasinya yang seperti apa? ", dia menjawab : " ya... pokoknya tempat yang bisa untuk menjual produk saya " . Kemudian saya bertanya lagi : " Produk bapak segmentasinya kemana, nanti biar saya carikan lokasi yang tepat". Terlihat dia diam sebentar sambil memikirkan sesuatu... Kemudian saya bertanya lagi : " apa bapak sudah menganalisa pasar bapak, atau bapak pernah melakukan penelitian terhadap produk bapak? Dia terlihat berdiam lagi, dan sambil mengangguk - angguk, dan dia menjawab : " saya tahu pasar untuk produk saya, tapi gak bisa saya jelaskan secara kata - kata ". Kemudian saya tersenyum, dan berkata : " Bagaimana saya bisa membantu bapak, jika pasar yang ingin dituju saja saya tidak tahu. Takutnya kalo nanti setelah saya pilihkan lokasinya, dan ternyata jauh dari konsumen yang bapak inginkan, bisa mengakibatkan penjualannya agak sulit.
Berangkat dari pertanyaan sebelumnya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa agen saya ini belum memiliki perencanaan pemasaran yang matang. Bahkan bisa dibilang tidak memiliki konsep dalam memasarkan produknya. Setelah itu, sedikit demi sedikit saya jelaskan mengenai pembuatan konsep pemasaran atau yang lebih dikenal "Marketing Plan".
Kejadian diatas mengibaratkan jika kita ingin memancing ikan di kolam, sedangkan kita tidak mengetahui ikan apa yang ada dikolam tersebut. Bagaimana kita akan memancingnya? umpan apa yang akan kita gunakan? Jika kita hanya memiliki umpan cacing, ikan apa yang paling suka makan cacing dan biasanya berada di daerah yang sepeti apa? Itulah gunanya analisa pasar, sebelum kita merencanakan strategi pemasaran untuk produk kita. Sehingga kita bisa mengefektifkan strategi pemasaran kita dan mencapai hasil yang maksimal ( penjualan )
Semoga ini jadi pembelajaran kita juga, agar kita harus melakukan perencanaan sebelum memulai usaha. Karena saat ini, banyak enterprenuer yang memiliki modal semangat tanpa diimbangi dengan perencanaan atau konsep yang kuat. Sehingga banyak mengakibatkan hancurnya usaha tersebut.

Baca Selengkapnya ....

Silahturahmi, cara memperbanyak rejeki / peluang

Posted by Unknown 0 komentar
Berkunjung pada siapa saja, akan memperbanyak kita dalam meraih rejeki atau bahkan menangkap sebuah peluang bisnis. arena dari berkunjung, diharapkan adanya saling tukar informasi atau peluang - peluang bisnis. Baik itu bisnis yang skala kecil atau bisnis skala besar.

Namun perlu untuk diperhatikan juga, bahwa bukan berarti kunjungan kita tersebut bukan hanya ingin mengajak atau mendapatkan peluang bisnis saja tanpa melihat dan menanyakan kabar dari rekan yang kita kunjungi tersebut. Dengan kunjungan itu, kita dapat mengetahui keadaan rekan/saudara kita. Siapa tahu mereka menemui masalah dimana kita bisa membantu, atau mereka dapat membantu apa menjadi masalah kita.

Jika anda berkunjung, tanyakan segala perkembangan dalam kehidupan mereka ( saudara/teman), atau tanyakan seputar kegiatannya ( jika relasi ). Dengar baik - baik informasi yang diberikan dan beri suasana yang menyegarkan agar suasana tidak terasa hambar. Usahakan agar kunjungan kita tidak mengganggu aktifitas mereka, jika terasa mengganggu sebaiknya kita memohon pamit (pulang).

Jika anda memiliki waktu yang senggang, coba periksa kembali rekan-rekan atau sodara yang sudah lama tidak anda kunjungi. Pemeriksaan ini bisa melalui no hp (yang ada di phone book), buku kenangan ( siapa tahu ada rekan SMP/SMU/Kuliah kita yang berada di satu kota), daftar kartu nama yang telah kita terima atau bisa juga dengan cara mengingat - ingat rekan/saudara kita yang ingin dikunjungi.

Untuk itu, mulai saat ini marilah kita membiasakan diri untuk saling berkunjung pada teman, saudara, relasi - relasi kita, orang yang baru dikenal, atau siapa saja untuk kita kunjungi. Siapa tahu dari situ kita mendapatkan rejeki atau peluang bisnis.

Baca Selengkapnya ....

NILAI SEBUAH MEREK

Posted by Unknown Minggu, 20 Juli 2008 0 komentar
Brand atau Merek merupakan nama ataupun simbol yang bersifat membedakan, dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Merek memberi tanda pada konsumen mengenai sumber merek tersebut, dan melindungi konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produkproduk yang tampak identik.

Merek yang dimiliki oleh perusahaan dapat menyampaikan beberapa tingkat pengertian kepada konsumen, yaitu:

1. Atribut : Merek pertama-tama akan mengingatkan konsumen
terhadap artibut yang dimiliki oleh suatu produk.
2. Manfaat : Suatu merek lebih daripada fungsi serangkaian atribut. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya konsumen tidak membeli atribut, akan tetapi mereka membeli manfaat. Atribut diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional, terlebih lagi aspek emosional.
3. Nilai : Merek harus dapat mencerminkan sesuatu hal mengenai nilai-nilai pembeli.
4. Budaya : Merek juga mewakili budaya tertentu, yang lebih identik pada customer habit.
5. Kepribadian : Perlu diketahui juga bahwa merek dapat menggambarkan kepribadian dari pemakainya.

Loyalitas konsumen terhadap merek terdiri dari lima kategori yang memiliki tingkatan loyalitas mulai dari yang paling rendah sampai tertinggi yang membentuk piramida loyalitas merek. Adapun tingkatan loyalitas merek adalah :

1. Switcher (konsumen yang berpindah-pindah)
Pembeli yang berada pada tingkat ini disebut sebagai pelanggan yang berada pada tingkat paling dasar, dan juga sama sekali tidak loyal. Pembeli pada tingkat ini tidak mau terikat pada merek apapun, karena karakteristik konsumen yang berada pada kategori ini pada umumnya adalah mereka yang sensitif terhadap harga. Mereka menganggap bahwa suatu produk (apapun mereknya) dianggap telah memadai serta hanya memiliki peranan yang kecil dalam keputusan untuk membeli.

2. Habitual Buyer (pembelian yang berdasarkan kebiasaan)
Pembeli yang berada pada tingkat ini, dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang telah mereka konsumsi. Para pembeli tipe ini memilih merek hanya karena faktor kebiasaan. Karakteristik konsumen yang termasuk dalam kategori ini adalah jarang untuk mengevaluasi merek lain. Sungkannya konsumen untuk berpindah ke merek lain lebih dikarenakan sikap mereka yang pasif.

3. Satisfied Buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan)
Pembeli pada tingkat ini dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang mereka konsumsi, namun demikian mungkin saja mereka memindahkan pembelian ke merek lain dengan menanggung switch cost yang terkait dengan waktu, uang, manfaat, ataupun resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka dalam peralihan merek.

4. Liking the Brand (pembeli yang menyukai merek)
Pada tingkat ini, konsumen sungguh-sungguh menyukai merek. Pada tingkat ini dijumpai perasaan emosional yang terkait pada merek. Preferensi mereka dilandaskan pada suatu assosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakan merek produk.

5. Committed Buyer (pembeli yang setia)
Pada tingkatan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggan sebagai pengguna suatu merek bahkan merek sudah menjadi suatu hal yang sangat penting bagi mereka, baik karena fungsi operasional maupun emosional dalam mengekspresikan jati diri. Salah satu aktualisasi loyalitas konsumen pada tingkat ini ditunjukan dengan tindakan merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut pada pihak lain.


Upaya perusahaan untuk meningkatkan ekuitas merek yang dimiliki dapat dijadikan landasan dari program pemasaran yang sukses. Setiap perusahaan, apapun jenis usahanya, dipastikan selalu sangat bergantung dengan kesetiaan konsumen terhadap merek. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan ekuitas perusahaan sebaiknya dilakukan optimalitas ekuitas merek.

Baca Selengkapnya ....
TRANSMOJO Tour and Travel support Hotel Murah di Jogja - Original design by Bamz | Copyright of Gajaksahda.

Bisnis Bidang apa yang ingin diulas di blog Gajaksahda

Cari Blog Ini