Sikap pengusaha yang baru memulai usaha #1

Posted by Unknown Jumat, 23 Oktober 2009 0 komentar
Maaf sebelumnya jika baru kali ini saya membuat artikel baru. Karena memang beberapa bulan ini saya sangat disibukkan dengan pekerjaan yang tiada hentinya. Dan saya baru bisa memulai untuk sekedar memberikan sedikit pengalaman, dengan apa yang telah saya lakukan bersama rekan - rekan pengusaha baru.

Pekerjaan saya bertugas sebagai konsultan bisnis yang membuat perencanaan bisnis mereka, yang pada dasarnya mereka belum pernah memulai bisnis. Mereka hanya memiliki dana yang mungkin jumlah tidak bisa ditentukan ( bagi saya ). Sehingga saya bekerja mulai dari membantu konsep bisnis hingga survey, pengambilan data - data (pasar, modal, dll ), pendampingan, motivasi dan informasi seputar bisnis.


Yahh.. walaupun saya bukanlah pebisnis sukses ataupun saya bukanlah konsultan yang hebat, namun saya juga memiliki sedikit pengalaman dan pengetahuan seputar bisnis dan perencanaannya. Sehingga untuk membuat bisnis, saya sedikit mengerti dibandingkan mereka.

Nahh.. disinilah saya sedikit sharing pengalaman atas pekerjaan saya sebagai konsultan bisnis.


Baca Selengkapnya ....

Mengelola Bisnis Rumah Tangga menjadi Perusahaan Besar

Posted by Unknown Sabtu, 18 Juli 2009 0 komentar
Bisnis Rumah Tangga merupakan salah satu alternatif dalam pilihan anda berbisnis. Sebagian besar bisnis rumahan di Indonesia, semua aspek baik dalam manajemen dan pemasaran diabaikan begitu saja. Alasan klasik yang dikemukakan mereka adalah karena mereka tidak mau pusing dan susah dalam membuat segala sistem dan strategi perusahaan.

Meski dikatakan perusahaan skala kecil, namun bisnis ini bisa berkembang menjadi sebuah perusahaan yang profesional layaknya pabrik - pabrik industri besar. Namun sedikit dari mereka yang tahu dan mau untuk menjalankannya, sehingga banyak dari bisnis rumah tangga ini tidak bisa berkembang dan cenderung lambat laun turun dan bangkrut.


Baca Selengkapnya ....

BUDIDAYA CACING TANAH LUMBRICUS RUBELLUS

Posted by Unknown Kamis, 16 Juli 2009 10 komentar
Saat ini cacing tanah terutama jenis Lumbricus Rubellus sedang ramai diicarakan, bukan karena harga bibitnya yang semakin mahal, tetapi karena prospek dari budidaya cacing tadi sangat menjanjikan. Banyak sekali produk - produk yang dihasilkan dari beternak cacing tanah yang semua itu diharapkan akan dapat menambah penghasilan yang cukup lumayan.



Baca Selengkapnya ....

Mendirikan Usaha Pendidikan Anak

Posted by Unknown Rabu, 15 Juli 2009 0 komentar
Ini sebuah cerita dari seorang klien saya yang kebetulan telah saya tangani beberapa waktu lalu. Saat itu ia bingung untuk menentukan bisnis apa yang ingin dilakukannya, sebelumnya ia berkeinginan membuat salah satu usaha dibidang distribusi bahan kimia dan perlengkapannya.

Namun dirasa modal tidak mencukupi, akhirnya ia menghentikan penelitian dan pembuatan rencana bisnis distribusi bahan kimia dan perlengkapannya tersebut. Dan akhirnya, kami bertemu untuk saling diskusi dan konsultasi mengenai keinginan membuat usaha.



Baca Selengkapnya ....

2 Investor asal Korea kunjungi Kulonprogo

Posted by Unknown Kamis, 09 Juli 2009 0 komentar
Kulonprogo: Potensi daerah Kulonprogo dalam bidang perikanan dan kelautan, sangat diminati oleh investor dari Korea Selatan. Kedatangan dua pengusaha asal Korea masing - masing Jo Yeang Sub dan Capt Shin Hwang Ho disambut oleh Bupati Kulonprogo, Toyo Santoso Dipo, beserta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Rumah Dinas Bupati.



Baca Selengkapnya ....

KEUNGGULAN KELAPA BOJONG KULONPROGO BELUM MAKSIMAL

Posted by Unknown 2 komentar
Meskipun kelapa bojong bulat telah dilepas sebagai varietas unggul nasional, saat ini petani kebun masih belum dapat memanfaatkannya secara maksimal. Pasalnya, pengolahan terhadap produk turunan kelapa belum bisa dikembangkan secara maksimal.



Kelapa bojong bulat yang tumbuh di Desa Bojong, Kec. Panjatan, Kab. Kulonprogo, yang diklaim sebagai kelapa terbaik di Indonesia, masih dijual per butir dengan harga yang sama dengan kelapa pasaran lainnya dengan kisaran harga Rp 1.000/bh.
 

Baca Selengkapnya ....

Menentukan Target Penjualan #1

Posted by Unknown Kamis, 04 Juni 2009 0 komentar
Bagi anda yang merasa kesulitan dalam menentukan target penjualan untuk usaha anda, mungkin disini anda bisa melihat bagaimana caranya dan darimana anda menentukan target penjualan tersebut.

Pada umumnya, target penjualan dapat diprediksi dan dianalisa dengan menggunakan data - data sebelumnya (pengalaman di lapangan). Dan biasanya penentuan target penjualan dipertimbangkan berdasarkan: Jumlah pengsa pasar yang ingin diperoleh atau target pasar dan mempertimbangkan biaya operasional perusahaan.

Disini saya ingin berbagi informasi, dengan memperhitungkan target penjualan berdasarkan target konsumen yang ingin dicapai atau jumlah pangsa pasar yang ada.


TARGET PENJUAL BERDASARKAN PANGSA PASAR
Setiap produk memiliki jumlah pangsa pasar yang berbeda - beda, dan jumlah pembeliannya juga berbeda - beda. Hal ini harus kita perhitungkan sebelum membuat target penjualan. Misal: Produk deterjen di Yogyakarta dengan segmentasi laundry menengah ke bawah jumlahnya berkisar 200 outlet, sedangkan kelas menengah keatas berjumlah 100 outlet laundry. Dengan jumlah tersebut, maka cukup menggunakan tenaga salesman 1 orang. Sehingga akan dihitung, berapa target penjualan yang harus ditetapkan untuk 1 orang salesman tersebut.

1. Penentuan Jadwal Kunjungan
Dalam penentuan kunjungan, setiap salesman harus melakukan kunjungan terhadap laundry sebanyak 2 x kali sebulan atau 2 minggu sekali. Sehingga dari total 200 outlet tersebut (segmentasi laundry menengah kebawah), maka salesman akan melakukan kunjungan setiap harinya sebanyak 15 laundry.

Penentuan jumlah kunjungan ini bisa juga berasal dari waktu kunjungan salesman pada setiap outlet. Mis: salesman melakukan kunjungan outlet membutuhkan waktu 15 menit (untuk melakukan penawaran), jarak antara outlet membutuhkan 5 menit. Sehingga, jika salesman bekerja 7 jam atau 420 menit(waktu istirahat =1 jam), maka maks. outlet yang dapat dikunjungi salesman adalah 420 menit : 20 menit = 21 outlet.

Setiap salesman harus memiliki jumlah pelanggan/outlet yang akan ditangani, namun pada umumnya antara 200 - 300 outlet (bergantung dari jumlah pangsa pasar atau target konsumen yang ditetapkan perusahaan) . Dan juga, harus dibuat berapa kali dalam sebulan salesman menangani outlet, atau berapa kali salesman mengunjungi outlet dalam sebulan ( apakah seminggu sekali, 2 minggu sekali atau sebulan sekali ).

Dengan demikian, maka setiap harinya salesman akan memperoleh target penjualan setiap harinya, atau minimal salesman akan memperoleh target penjualan dari outlet yang ditangani.

2. Penentuan nilai penjualan
Dari Jumlah 15 - 20 outlet tersebut, maka di targetkan outlet yang melakukan pembelian adalah 10 outlet ( setiap target pembelian dapat dianalisa atau diambil dari dokumentasi pengalaman sebelumnya ) Dengan nilai pembelian rata - rata Rp 30.000

Maka dari dari sejumlah 10 outlet tersebut, salesman mendapatkan nilai penjualan sebanyak 10xRp 30.000 = Rp 300.000/hari. Sehingga salesman dapat membukukan nilai penjualan selama 1 bulan sebanyak Rp 300.000 x 25 hari kerja atau sebanyak Rp 7.500.000,- /bln.

Dalam penentuan nilai penjualan, bisa juga diprediksi dengan penentuan nilai penjualan setiap outlet dari target outlet yang ditetapkan. Mis: Dari 200 outlet laundry di Jogja, maka ditargetkan 80 laundry/outlet merupakan pelanggan kita. Dengan rata - rata setiap outlet melakukan pembelian produk sebanyak Rp Rp 100.000, maka dapat ditargetkan nilai penjualan salesman tersebut sebanyak Rp 100.000 x 80 atau sebanyak Rp 8.000.000

Mungkin cukup sekian dulu penjelasan mengenai penentuan target penjualan berdasarkan target konsumen atau jumlah pangsa pasar. Sedangkan penentuan target penjualan berdasarkan biaya operasional ( HPP dan biaya salesman ) akan dibahas lain waktu.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin menggunakan tenaga salesman, Salam Entreprenuer.

Baca Selengkapnya ....

Penerapan Strategi Pemasaran

Posted by Unknown Kamis, 28 Mei 2009 0 komentar
Dalam strategi pemasaran ada beberapa hal yang sering dikatakan oleh para ahli pemasaran, yaitu 4P atau 5P.

1. PRODUK
Mengapa produk dimasukan dalam sebuah strategi dalam pemasaran? Karena pada intinya produk merupakan suatu hal yang akan dipasarkan, sehingga pemasar akan menggunakan produk tersebut untuk melakukan strategi pemasaran.

Dalam bidang produk, kita harus memberikan nilai lebih yang dibutuhkan oleh konsumen, atau membuat produk yang sesuai dengan segmen pasar yang ingin kita tuju. Misal kita ingin jual suasana cafe dengan segmentasi ke pebisnis, maka suasana yang nyaman dan mendukung kegiatan bisnis merupakan nilai lebih.

Dalam produk kita harus tahu: kelemahan dan keunggulan produk tersebut. Setelah itu kita bisa mengetahui apakah produk tersebut merupakan kebutuhan konsumen atau tidak. Jangan sampai keunggulan produk yang kita miliki, tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Mis: Kita punya usaha rumah makan yang segmentasinya keluarga dengan tingkat pendapatan kebawah, untuk memberikan nilai lebih maka rumah makan tersebut menyajikan pertunjukan life musik dengan harapan pengunjung dapat menikmati suasana rumah makan.

Hal tersebut sangatlah tidak efektif, karena pertunjukan musik tidak begitu dibutuhkan oleh konsumen keluarga kecil. Mereka lebih membutuhkan tempat bermain untuk anak - anaknya. Jika usaha rumah makan anda memiliki segmen ke anak muda, mungkin hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi produk anda.


2. PROMOSI
Penerapan strategi promosi dalam pemasaran berguna untuk :
  • Memberikan informasi perusahaan
  • Menarik minat konsumen
  • Memberikan nilai lebih bagi perusahaan
  • Meningkatkan penjualan
Dalam siklus bisnis, kita biasa mengenal : permulaan, pertumbuhan, pengembangan, kejayaan, stagnan dan penurunan. Demikian juga dengan konsumen, terdapat siklus dalam membeli.

Perkenalan : masa perkenalan ini masa dimana konsumen belum mengetahui tentang produk kita. Dalam siklus ini, kita harus menjelaskan keunggulan produk, harga, company profile, dll.
Dalam masa ini biasanya strategi promosi ini berguna agar konsumen mau untuk mencoba / tertarik dengan produk kita.

Tertarik tidaknya konsumen, biasanya berngkat dari : nilai produk, fungsi produk, strategi penawaran, strategi promosi ( benefit lebih yang dibutuhkan ). Sehingga keunggulan produk harus sesuai dengan keinginan konsumen, dan dijelaskan dalam strategi promosi awal.

Mencoba Membeli : Setelah tertarik, biasanya seorang konsumen akan membeli dengan kapasitas sedikit atau mencoba untuk produk ini. Jika harga produknya sangat terjangkau, maka biasanya semakin besar konsumen dalam mencoba untuk membeli produk tersebut.

Di masa ini juga, tingkat keberhasilan dilihat pada cara penawaran dari tenaga penjual kita dan strategi penjualan perusahaan. Semakin baik cara menjualnya, maka semakin banyak konsumen yang melakukan pembelian, sehingga diharapkan semakin banyak konsumen yang menajdai pelanggan. Awal pembelian, bukan merupakan patokan / ukuran dalam menilai penjualan kita. Karena pada umumnya konsumen akan melakukan pembelian jika belum mengetahui ttg produk kita, namun setelah pernah mencoba maka konsumen akan menseleksi produk.

Experience ( Pengalaman )
Setelah membeli, produk tersebut akan dicoba dan dibanding - bandingkan dengan produk yang telah konsumen gunakan, atau dengan produk pesaing. Dalam tahap ini, biasanya konsumen menilai keunggulan, kelemahan, nilai lebih yang sesuai dengan prilaku mereka. Untuk itu, dalam pengalaman pertama ini, sangat mempengaruhi konsumen untuk menjadi pelanggan.


Meningkatkan pembelian :
Setelah kita melaksanakan strategi promosi untuk perkenalan produk, maka selanjutkan membuat strategi promosi untuk meningkatkan penjualan.

Saran: bagi anda pemilik usaha, sebisa mungkin dapat menerapkan satrategi promosi atau publikasi untuk perkenalan usaha anda. Jangan samapai hal ini diabaikan, kecuali jika anda bisa menggunakan kekuatan jaringan (relasi atau link) anda.


3. Place (Tempat) / Distribusi
Pendistribusian produk berguna untuk mendekatkan produk kita dengan konsumen. Jika produk merupakan kebutuhan sehari - hari, maka sebisa mungkin dekat dengan lokasi tempat tinggal mereka. Jika produknya toko, warung, atau tempat, maka pendistribusiannya adalah pemilihan letak lokasi yang mendekati dengan segmentasi pasar yang kita tuju.

Pendistribusian produk - produk kebutuhan sehari - hari, biasanya menggunakan tenaga salesman dengan jadwal kunjungan ke outlet-outlet setiap harinya.

Penjelasan lengkap bagaimana cara pendistribusian produk, dapat dilihat disini.


4. Price ( Harga )
Dalam penentuan harga ada dua hal yang bisa menjadi pertimbangan kita, yaitu :
1) Dilihat dari segi produksi. Biaya melalui biaya HPP + prakiraan biaya operasional +
keuntungan yang ingin kita capai.
2) Harga yang sudah ada dipasaran atau harga pesaing.

Kita bisa melakukan dengan mengambil 2 pertimbangan diatas dalam penentuan harga. Jika pesaing kita memberikan harga 10rb, sedangkan kebutuhan anggaran biaya kita mencapai 11rb. Maka kita bisa memberikan harga 12rb dengan meningkatkan pelayanan.

Dalam penentuan harga tersebut, dijelaskan juga untuk pemberian harga untuk Pengecer, Grosir, Distributor, dll. Atau menghitung dengan jumlah pembelian. Ini harus dilakukan untuk produk kebutuhan rumah tangga atau makanan ringan.

5. Packaging ( Kemasan )
Strategi kemasan produk merupakan nilai lebih yang diberikan sebuah produk, selain itu juga strategi kemasan dapat meningkatkan brand image yang dibangun perusahaan. Belakangan ini strategi kemasan masuk pada strategi utama yang dilaksanakan perusahaan, karena prilaku konsumen di Indonesia sangat memperhatikan kemasan yang menarik. Sehingga sangat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan suatu produk.

Saat ini banyak produk - produk yang kualitasnya tidak bagus, tapi karena dikemas dengan menarik dan terlihat elegan, maka nilai penjualannya bisa meningkat. Bahkan kegiatan diferensiasi suatu produk, bisa dilahirkan dengan pergantian kemasan yang lebih nyaman.

Baca Selengkapnya ....
TRANSMOJO Tour and Travel support Hotel Murah di Jogja - Original design by Bamz | Copyright of Gajaksahda.

Bisnis Bidang apa yang ingin diulas di blog Gajaksahda

Cari Blog Ini