Gajaksahda Coorp. akan segera melaunching kaos MU.

Posted by Unknown Kamis, 23 Oktober 2008 0 komentar
Kaos Manchester United dengan design bagian depan tulisan MANCHESTER ditumpuk dengan gambar setan merah, dan design bagian belakangnya tulisan Manchester United ditambah logo KICK dan Logo Klub MU ini akan segera dilaunching oleh Design Murah yang merupakan salah satu bagian dari Gajaksahda Coorp. Kaos ini memiliki brand KICK, bentuk logo bulat dan terdapat tulisan KICK., berwarna biru dongker.

Rencananya Deign Murah ini akan memproduksi semua tim sepak bola yang ada di Eropa, seperti Liverpool, Chelsea, ACMilan, Arsenal, Real MAdrid, Intermilan, Barcelona, dll. Design kami terlebih dahulu melewati proses seleksi yang ketat sebelum diproduksi, termasuk seleksi oleh konsumen sendiri. Sehingga design kami bisa diterima oleh para fans-fans klub sepakbola.

Launching produksi kaos sekitar awal bulan November 2008 ini, dan untuk pertamanya akan diproduksi sebanyak 24 bh saja ( Limited Edition ).

Untuk lebih detail kaos MU ini bisa dilihat di www.designmurah.multiply.com

Ingat... kaos kami memiliki keunggulan dalam design yang elegan dan jenis kain yang nyaman. Kami tidak memproduksi kaos jenis baju sepakbola, hanya kaos untuk bermain saja. Bagi para fans - fans sepakbola bisa mengajukan penawaran harga, design atau apapun jika ingin memiliki kaos kebanggan klubnya. Harga yang ditawarkan nantinya sekitar Rp 60.000,- - Rp 75.000,- per kaosnya. dan belum termasuk ongkos kirim ke luar jogja. Perbedaan harga ini bergantung dari designnya.

Design Murah... Design Murah... Design Murah...
menerima segala jenis pembuatan design untuk perorangan ataupun perusahaan.

Baca Selengkapnya ....

Produksi Miniatur Kapal Ayahku diliput Metro TV dan TVRI

Posted by Unknown Rabu, 22 Oktober 2008 0 komentar
Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan kabar dari rumah di Cirebon. Katanya Ayahu telah diliput dari Metro TV dan TVRI. Liputan ini mengenai pembuatan miniatur kapal layar yang terbuat dari kertas bekas. Perasaan bangga campur senang, mendengar kabar tersebut, akhirnya hasil karya ayahku ada yang mempromosikannya.

Produk ayahku ini adalah miniatur kapal layar Colombus pada jaman dahulu (Pinta, Shinta) dan beberapa miniatur kapal layar pada jaman dahulu lainnya, yang terbuat dari kertas bekas ( kertas undangan, atau kotak susu ). Keunggulan produk ini adalah kesamaann dengan kapal layar yang sesungguhnya ( panjang, lebar tinggi, layar, dll ) selain itu juga produk ini terbuat dari kertas, sehingga berat produk lebih ringan namun tetap terlihat menarik untuk dipajang.


Pada awal pembuatannya, produk ini langsung ditawarkan pada beberapa tetangga di sekitar kompleks ( komp. BIMA Cirebon ), dan mendapatkan antusias yang tinggi dalam orderan. Sehingga menuntut lebih banyak waktu kerja dan tenaga untuk membuatnya. Rata-rata dalam memproduksi sebuah miniatur kapal ini mengahabiskan waktu selama 2 - 3 hari. Namun ada juga yang bisa diproduksi dalam waktu 1 hari.

Rencana kedepannya, produk ini akan dipasarkan ke luar negeri. Mengingat produk ini memiliki nilai seni yang tinggi ( khususnya dalam tali temali layar ), maka kami juga akan menambah karyawan untuk di latih dalam memproduksi miniatur kapal tersebut. Kami harapkan doanya agar semuanya bisa berjalan sesuai apa yang kami rencanakan.

Untuk saat ini produk miniatur kapal layar ini masih diproduksi di Jl. S.Musi F3 Comperta Bima Cirebon. Telp.0231-484298. Contact hub: Bpk. Drajat Suratman (HP: 0818236497).

Baca Selengkapnya ....

Menyikapi Krisis Ekonomi Dunia

Posted by Unknown Jumat, 17 Oktober 2008 0 komentar
Beberapa terakhir ini pasar di dunia kembali diguncangkan oleh resesi di Amerika. Pasar keuangan kembali anjlok dan bahkan sempat beberapa bursa pasar di Eropa dan Amerika, bahkan di Inonesia di tutup beberapa saat. Ini merupakan hal yang pertama terjadi dalam 1 abad ini. Walaupun ini merupakan krisis ekonomi yang sama dengan krisis ekonomi 1998, namun dampaknya bisa terjadi sama dengan waktu 1998. Untuk itu, semua perusahaan, baik skala kecil maupun menengah berusaha menyikapi dengan berbagai cara. Ada yang mengurangi biaya pembelian, mengurangi jumlah karyawan, atau dengan membeli saham perusahaan sendiri (buy back). Semua itu dilakukan agar dapat mengurangi dampak akibat turunnya harga saham perusahaan di seluruh dunia.
Salah satu contohnya, perusahaan mobil Nissan memPHK 40% karyawannya,
perusahaan BUMN melakukan buy back sahamnya di BEI, dll

Nah, bagaimana dengan kita sebagai perusahaan kecil ini? Secara tidak langsung, perusahaan kecil yang bergerak dalam bisnis ril akan terkena dampaknya. Ini terbukti dengan mahalnya harga produk import ( bahan baku ), sulitnya untuk melakukan penjualan eksport karena minatnya menurun, dan masih banyak lagi.

Beberapa referensi nasehat yang diberikan oleh pakar ekonomi Indonesia :
1. Mengurangi cost (biaya) tidak langsung, dan memperketat biaya langsung.
2. Persediaan bahan baku dikontrol agar tidak berlebih dan juga tidak kekurangan.
3. Jika memungkinkan, beralih atau melakukan derifikasi usaha ke produk riil. Seperti kebutuhan rumah tangga atau produk - produk primer dan sekunder. Karena produk ini paling dapat bertahan, jika terjadi krisis ekonomi. Ini terbukti pada waktu krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998.
4. Untuk peminjaman dana, disarankan untuk beralih ke peminjaman yang bersifat syariah.
5. Usaha yang berpotensial saat ini salah satunya adanya pemberdayaan sumber daya alam di Indonesia yang dapat memberikan sumber energi terbaharui. Namun untuk skala kecil, usaha ini masih sangat sulit.

Baca Selengkapnya ....

Dilema Biodiesel dan Bioetanol di Indonesia.

Posted by Unknown Kamis, 09 Oktober 2008 0 komentar
Biodiesel dan bioetanol merupakan sebuah produk pengganti Energi sumber daya minyak bumi di Indonesia. Bisnis ini merupakan suatu peluang yang sangat menguntungkan, karena digunakan oleh seluruh masyarakat dan dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Selain itu juga, dapat membantu perekonomian makro dan mikro di Inodnesia.

Namun dibalik sebuah keuntungan dan peluang tersebut, usaha biodiesel dan bioetanol, masih belum dapat di aplikasikan ke dalam bisnis saat ini. Berikut dijelaskan kenapa bisnis ini belum dapat diterapkan saat ini :

1. Pemerintah Indonesia masih melaksanakan subsidi BBM, sehingga harga BBM di Indonesia saat ini sangat murah. Sedangkan hasil dari produk bioetanol dan biodiesel menghasilkan biaya produksi yang masih tinggi, sehingga harga jual produk ini masih terlampau mahal bagi konsumen.

2. Bahan baku produk bioetanol dan biodiesel belum dapat ditemukan dengan harga produksi yang tepat, sehingga hingga saat ini produk tersebut masih dalam tahap penelitian oleh para peneliti ( baik pemerintah maupun dari kalangan akademis ).

3. Adanya kepentingan politik dan pejabat di Indonesia yang membuat BBM dari sumber minyak bumi masih ditangani oleh Pertamina. Jika terdapat produk pengganti untuk sumber minyak bumi, maka orang yang berkepentingan di perusahaan negara ini akan semakin sulit.

Mungkin dapat kita lihat saat ini, perusahaan - perusahaan besar yang dulu menggebu - gebu untuk mendirikan perusahaan biodisel dan bioetanol. Nasibnya tidak jelas, ditutup tidak tapi tidak beroperasi.

Untuk itu, bagi yang ingin mendirikan usaha bioetanol ataupun biodisel. Saya harapkan adanya perencanaan dan inovasi produk yang benar - benar detail. Jika tidak, maka kerugian dan stop beroperasi akan melanda perusahaan anda. Namun jika perusahaan anda sudah memiliki sumber bahan baku yang dirasa cukup murah dan tersedia secara kontinyu, maka ini adalah suatu peluang bisnis yang menguntungkan untuk jangka panjang.

Baca Selengkapnya ....

Masa Rehat Selesai, Kini kembali beraktifitas..

Posted by Unknown Minggu, 07 September 2008 0 komentar
Setelah 1 bulan penuh ini saya belum bisa membuat posting yang baru, kini saya hadir kembali untuk memberikan informasi atau cerita - cerita mengenai dunia usaha. Masa rehat saya kemarin disebabkan karena bulan Agustus kemarin saya melangsungkan pernikahan dengan Duria Multi Dewi yang tinggal di Jakarta.

Hmm.. memang agak pusing dan melelahkan untuk melangsungkan pernikahan, namun setelah acara selesai saya bisa menghirup udara baru, dengan status yang baru dan yang lebih penting lagi masa depan yang baru. Hehehehe...

Untuk itu, saya mengharapkan doa dan dukungan rekan - rekan sekalian agar saya bisa membina rumah tangga yang baru ini. Dan kepada rekan - rekan yang tidak bisa hadir pada acara tersebut, saya sangat memakluminya.

Buat para entreprenuer, saya harapkan anda bisa terus berkembang dan mari kita menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Mari kita menjadi pengusaha sukses yang jujur dan bertanggungjawab.

Salam Hangat.
yg_sahda@yahoo.com

Baca Selengkapnya ....

Memancing tanpa tahu ikannya, apa jadinya...???

Posted by Unknown Jumat, 25 Juli 2008 0 komentar
Kemarin, kebetulan agen saya datang ke kantor. Dia bermaksud untuk meminta proposal bisnis yang telah saya buat, kebetulan dia juga berminat untuk menjadi invesor saya. Setelah saya jelaskan sedikit mengenai perkembangan dan langkah - langkah untuk menjadi investor, saya menanyakan kepadanya tentang usahanya saat ini ( kebetulan dia juga merupakan salah satu pemilik saham waralaba ). Dan kebetulan dia meminta bantuan untuk dicarikan tempat-tempat yang strategis untuk outletnya, kemudian saya bertanya : " lokasinya yang seperti apa? ", dia menjawab : " ya... pokoknya tempat yang bisa untuk menjual produk saya " . Kemudian saya bertanya lagi : " Produk bapak segmentasinya kemana, nanti biar saya carikan lokasi yang tepat". Terlihat dia diam sebentar sambil memikirkan sesuatu... Kemudian saya bertanya lagi : " apa bapak sudah menganalisa pasar bapak, atau bapak pernah melakukan penelitian terhadap produk bapak? Dia terlihat berdiam lagi, dan sambil mengangguk - angguk, dan dia menjawab : " saya tahu pasar untuk produk saya, tapi gak bisa saya jelaskan secara kata - kata ". Kemudian saya tersenyum, dan berkata : " Bagaimana saya bisa membantu bapak, jika pasar yang ingin dituju saja saya tidak tahu. Takutnya kalo nanti setelah saya pilihkan lokasinya, dan ternyata jauh dari konsumen yang bapak inginkan, bisa mengakibatkan penjualannya agak sulit.
Berangkat dari pertanyaan sebelumnya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa agen saya ini belum memiliki perencanaan pemasaran yang matang. Bahkan bisa dibilang tidak memiliki konsep dalam memasarkan produknya. Setelah itu, sedikit demi sedikit saya jelaskan mengenai pembuatan konsep pemasaran atau yang lebih dikenal "Marketing Plan".
Kejadian diatas mengibaratkan jika kita ingin memancing ikan di kolam, sedangkan kita tidak mengetahui ikan apa yang ada dikolam tersebut. Bagaimana kita akan memancingnya? umpan apa yang akan kita gunakan? Jika kita hanya memiliki umpan cacing, ikan apa yang paling suka makan cacing dan biasanya berada di daerah yang sepeti apa? Itulah gunanya analisa pasar, sebelum kita merencanakan strategi pemasaran untuk produk kita. Sehingga kita bisa mengefektifkan strategi pemasaran kita dan mencapai hasil yang maksimal ( penjualan )
Semoga ini jadi pembelajaran kita juga, agar kita harus melakukan perencanaan sebelum memulai usaha. Karena saat ini, banyak enterprenuer yang memiliki modal semangat tanpa diimbangi dengan perencanaan atau konsep yang kuat. Sehingga banyak mengakibatkan hancurnya usaha tersebut.

Baca Selengkapnya ....

Silahturahmi, cara memperbanyak rejeki / peluang

Posted by Unknown 0 komentar
Berkunjung pada siapa saja, akan memperbanyak kita dalam meraih rejeki atau bahkan menangkap sebuah peluang bisnis. arena dari berkunjung, diharapkan adanya saling tukar informasi atau peluang - peluang bisnis. Baik itu bisnis yang skala kecil atau bisnis skala besar.

Namun perlu untuk diperhatikan juga, bahwa bukan berarti kunjungan kita tersebut bukan hanya ingin mengajak atau mendapatkan peluang bisnis saja tanpa melihat dan menanyakan kabar dari rekan yang kita kunjungi tersebut. Dengan kunjungan itu, kita dapat mengetahui keadaan rekan/saudara kita. Siapa tahu mereka menemui masalah dimana kita bisa membantu, atau mereka dapat membantu apa menjadi masalah kita.

Jika anda berkunjung, tanyakan segala perkembangan dalam kehidupan mereka ( saudara/teman), atau tanyakan seputar kegiatannya ( jika relasi ). Dengar baik - baik informasi yang diberikan dan beri suasana yang menyegarkan agar suasana tidak terasa hambar. Usahakan agar kunjungan kita tidak mengganggu aktifitas mereka, jika terasa mengganggu sebaiknya kita memohon pamit (pulang).

Jika anda memiliki waktu yang senggang, coba periksa kembali rekan-rekan atau sodara yang sudah lama tidak anda kunjungi. Pemeriksaan ini bisa melalui no hp (yang ada di phone book), buku kenangan ( siapa tahu ada rekan SMP/SMU/Kuliah kita yang berada di satu kota), daftar kartu nama yang telah kita terima atau bisa juga dengan cara mengingat - ingat rekan/saudara kita yang ingin dikunjungi.

Untuk itu, mulai saat ini marilah kita membiasakan diri untuk saling berkunjung pada teman, saudara, relasi - relasi kita, orang yang baru dikenal, atau siapa saja untuk kita kunjungi. Siapa tahu dari situ kita mendapatkan rejeki atau peluang bisnis.

Baca Selengkapnya ....

NILAI SEBUAH MEREK

Posted by Unknown Minggu, 20 Juli 2008 0 komentar
Brand atau Merek merupakan nama ataupun simbol yang bersifat membedakan, dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Merek memberi tanda pada konsumen mengenai sumber merek tersebut, dan melindungi konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produkproduk yang tampak identik.

Merek yang dimiliki oleh perusahaan dapat menyampaikan beberapa tingkat pengertian kepada konsumen, yaitu:

1. Atribut : Merek pertama-tama akan mengingatkan konsumen
terhadap artibut yang dimiliki oleh suatu produk.
2. Manfaat : Suatu merek lebih daripada fungsi serangkaian atribut. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya konsumen tidak membeli atribut, akan tetapi mereka membeli manfaat. Atribut diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional, terlebih lagi aspek emosional.
3. Nilai : Merek harus dapat mencerminkan sesuatu hal mengenai nilai-nilai pembeli.
4. Budaya : Merek juga mewakili budaya tertentu, yang lebih identik pada customer habit.
5. Kepribadian : Perlu diketahui juga bahwa merek dapat menggambarkan kepribadian dari pemakainya.

Loyalitas konsumen terhadap merek terdiri dari lima kategori yang memiliki tingkatan loyalitas mulai dari yang paling rendah sampai tertinggi yang membentuk piramida loyalitas merek. Adapun tingkatan loyalitas merek adalah :

1. Switcher (konsumen yang berpindah-pindah)
Pembeli yang berada pada tingkat ini disebut sebagai pelanggan yang berada pada tingkat paling dasar, dan juga sama sekali tidak loyal. Pembeli pada tingkat ini tidak mau terikat pada merek apapun, karena karakteristik konsumen yang berada pada kategori ini pada umumnya adalah mereka yang sensitif terhadap harga. Mereka menganggap bahwa suatu produk (apapun mereknya) dianggap telah memadai serta hanya memiliki peranan yang kecil dalam keputusan untuk membeli.

2. Habitual Buyer (pembelian yang berdasarkan kebiasaan)
Pembeli yang berada pada tingkat ini, dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang telah mereka konsumsi. Para pembeli tipe ini memilih merek hanya karena faktor kebiasaan. Karakteristik konsumen yang termasuk dalam kategori ini adalah jarang untuk mengevaluasi merek lain. Sungkannya konsumen untuk berpindah ke merek lain lebih dikarenakan sikap mereka yang pasif.

3. Satisfied Buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan)
Pembeli pada tingkat ini dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang mereka konsumsi, namun demikian mungkin saja mereka memindahkan pembelian ke merek lain dengan menanggung switch cost yang terkait dengan waktu, uang, manfaat, ataupun resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka dalam peralihan merek.

4. Liking the Brand (pembeli yang menyukai merek)
Pada tingkat ini, konsumen sungguh-sungguh menyukai merek. Pada tingkat ini dijumpai perasaan emosional yang terkait pada merek. Preferensi mereka dilandaskan pada suatu assosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakan merek produk.

5. Committed Buyer (pembeli yang setia)
Pada tingkatan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggan sebagai pengguna suatu merek bahkan merek sudah menjadi suatu hal yang sangat penting bagi mereka, baik karena fungsi operasional maupun emosional dalam mengekspresikan jati diri. Salah satu aktualisasi loyalitas konsumen pada tingkat ini ditunjukan dengan tindakan merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut pada pihak lain.


Upaya perusahaan untuk meningkatkan ekuitas merek yang dimiliki dapat dijadikan landasan dari program pemasaran yang sukses. Setiap perusahaan, apapun jenis usahanya, dipastikan selalu sangat bergantung dengan kesetiaan konsumen terhadap merek. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan ekuitas perusahaan sebaiknya dilakukan optimalitas ekuitas merek.

Baca Selengkapnya ....
TRANSMOJO Tour and Travel support Hotel Murah di Jogja - Original design by Bamz | Copyright of Gajaksahda.

Bisnis Bidang apa yang ingin diulas di blog Gajaksahda

Cari Blog Ini