Teknik Membuat Perencanaan Bisnis

Posted by Yanuar Gajaksahda Kamis, 26 Juni 2008 0 komentar


Dalam artikel kali ini, saya ingin menjelaskan bagaimana cara membuat perencanaan bisnis, dan apa saja yang dibuat atau dijelaskan dalam perencanaan sebuah bisnis. Sebelum kita melaksanakan atau membuka sebuah usaha/bisnis, perencanaan bisnis sangat diperlukan sebagai media kontrol kita dalam menentukan kebijakan – kebijakan. Kebanyakan, para pemilik bisnis tidak banyak yang melakukan sebuah perencanaan matang untuk melaksanakan sebuah bisnis atau usaha, mereka hanya mengandalkan insting atau prediksi sendiri yang berdasarkan dari pengamatan pribadi. Dan hasil dari itu, kebanyakan dari mereka menemui kegagalan dalam menjalankan usaha, tanpa mereka ketahui apa yang menjadi sebab dari kegagalan tersebut.

Jika dalam perencanaan kita salah, maka secara tidak sengaja kita sedang merencanakan sebuah kesalahan dalam usaha. Jadi begitu pentingnya sebuah perencanaan yang benar sebelum kita menjalankan sebuah bisnis. Ibaratnya perencanaan ini adalah sebuah panduan ( petunjuk pelaksanaan ) dalam melaksanakan usaha. Jika kita tidak memiliki panduan yang jelas, maka sering kali kita atau orang yang menjalankan usaha tersebut keliru / salah dalam melaksanakan operasional usaha, sehingga mengakibatkan kehancuran atau kebangkrutan.

Dalam menyiapkan sebuah perencanaan, maka kita harus membutuhkan data – data di untuk kemudian dianalisa / dievaluasi. Sumber data bisa berasal dari narasumber ( praktisi, pengamat atau kompetitor ), instansi pemerintah, perusahaan swasta, surat kabar, internet, survei pribadi atau wawancara kepada konsumen langsung. Setelah menganalisa, baru kita dapat menentukan strategi apa yang tepat untuk memasarkan produk kita. Secara umum pembuatan perencanaan bisnis dijelaskan dalam diagram berikut :.

Pada umumnya, perencanaan sebuah bisnis, terdapat 4 bagian yang harus dijelaskan secara detail. 4 bagian tersebut antara lain :
1. Rencana Organisasi
2. Analisa Pasar
3. Strategi Pemasaran
4. Analisa Keuangan

I. Rencana Organisasi
Sistem manajemen yang kuat, SDM yang berkualitas, dan inovasi produk terus berkembang akan membuat perusahaan semakin berkembang. Sehingga rencana organisasi dapat dikatakan sebagai pondasi dari sebuah bisnis, sebagus apapun produk atau strateginya, jika organisasinya lemah maka akan berakhir juga.


Di dalam perencanaan organisasi, kita harus dapat menjelaskan hal – hal berikut :
- Organisasi tersebut bergerak dalam bidang apa.
- Siapa yang termasuk dalam pengelola organisasi tersebut.
- Bagaimana sistem manajemen yang akan dijalankan.
- Berapa kebutuhan SDM dan apa tugas atau wewenang mereka dalam melaksanakan pekerjaan
   tersebut.
- Dijelaskan pula bagaimana struktur organisasi tersebut.
- Produk – produk apa yang akan dipasarkan.
- Bagaimana kemasan atau penampilan dari produk tersebut.
- Bagaimana kelemahan dan kelebihan produk tersebut.
- Alat – alat produksi apa saja yang digunakan dan dapat darimana.
- Bagaimana sistem dan proses produksinya.
- Badan hukum apa yang akan digunakan, dan alasannya menggunakan tersebut.
- Bentuk sistem akuntansi ( pemasukan data – data dan laporan keuangan ) jika menggunakan
   software, maka software akuntansi apa yang dipilih.
- Bagaimana keamanannya, gangguan dalam bisnis dan cara menanganinya.
- Hal - hal lainnya yang berhubungan dengan organisasi anda.

Penjelasan diatas bergantung dari organisasi yang akan dibentuk. Namun pada umumnya, rencana organisasi ini menjelaskan siapa kita dan apa produk kita. Penjelasan lebih detail dan lengkap akan semakin baik, karena akan semakin jelas dalam melaksanakannya.


II. Analisa Pasar

Analisa pasar dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana peluang pasar yang akan diperoleh oleh produk kita. Apakah produk kita memiliki peluang di pasar tersebut, bagaimana kondisi di pasar ( apakah sudah jenuh atau masih terbuka lebar ). Penjelasan dalam analisa pasar ini menyangkut :
- Bagaimana perkembangan dari produk yang akan kita pasarkan ( perkembangan harga,
   bentuk, kemasan, fungsional dari produk )
- Siapa saja yang menggunakan produk – produk kita.
- Bagaimana prilaku konsumen yang menggunakan produk tersebut ( apa yang menjadi
   keinginan / kebutuhan mereka )
- Siapa saja yang telah memasarkan produk – produk tersebut.
- Bagaimana mereka melakukan proses produksi, apakah menggunakan teknologi atau secara
   tradisional.
- Jika organisasi hanya memasarkan tanpa melakukan proses produksi, dijelaskan bagaimana
   mereka memasarkan produk tersebut.
- Analisa Kelemahan, Kelebihan, Peluang dan Ancaman produk kita dibandingkan produk –
   produk pesaing.


III. Strategi Pemasaran

Setelah kita menganalisa pasar, maka kita menjelaskan bagaimana strategi kita dalam memasarkan produk kita. Apakah sama dengan perusahaan yang lain atau kita menggunakan cara sendiri.
- Bagaimana strategi dalam membentuk brand “merek” produk kita. Logo, nama merek, tagline
   produk.
- Siapa segmentasi dan target dari pasar yang akan dituju.
- Bagaimana strategi penjualan yang akan dilaksanakan, apakah melalui : direct seling,
   menggunakan jalur distribusi, telemarketing atau networking. Jika menggunakan tenaga
   penjual, dijelaskan juga prosedur dalam penjualan.
- Bagaimana program promosi yang akan kita jalankan, media promosi apa yang akan
   digunakan, dan apakah ada event promosi yang akan dijalankan. Program promosi ini harus
   menjelaskan perbedaan kekuatan kita dibanding produk pesaing.
- Bagaimana tempat penjualan produk kita, apakah melalui showroom, ruko, toko atau melalui
   media website. Jika pemasaran menggunakan jalur distribusi, ada berapa tipe outlet yang
   dituju ( misal: supermarket, grosir, retail dan outlet khusus ) dan siapa yang melaksanakan    jalur distribusi tersebut.
- Bagaimana strategi harga yang akan ditetapkan. Jika menggunakan jalur distribusi, bagaimana
   harga – harga ditingkat distributor atau retail.
- Bisa dijelaskan pula, kira – kira bagaimana strategi pemasaran dalam tahap pengembangan
   pasar. Apakah mau ekspansi atau memperbaiki kemasan, atau menggunakan media promosi
   yang lebih baik lagi.

Perencanaan pemasaran ini sangat penting, karena penjualan produk sangat menentukan dari keberadaan organisasi kita. Untuk itu, strategi pemasaran harus dijelaskan secara detail sehingga segala kebutuhan dalam pemasaran dapat tercukupi. Baik itu kebutuhan SDM maupun kebutuhan Dana.


IV. Analisa Keuangan

Setelah kita merencanakan organisasi dan strategi pemasaran, maka kita dapat mengetahui kebutuhan modal kita dalam melaksanakan bisnis atau usaha kita. Kebutuhan modal ini, harus mendetail dan sesuai dengan harga yang sebenarnya. Jadi harga tidak boleh dikira – kira ( harus dari sumber utama, seperti: suplier, pedagang, atau pembeli ), jika harga tidak tepat maka dapat berakibat pembengkakan anggaran atau mungkin kelebihan modal.
Dalam analisa keuangan, yang harus kita jelaskan adalah hal – hal berikut ini :
- Kebutuhan modal ( modal tetap dan modal variabel )
- Keterangan penggunaan modal ( sumber penggunaan, seperti: nama supplier, pelaksana, atau
   tempat pembelian, jumlah kebutuhan dan spesifikasi kebutuhan )
- Analisa atau prediksi pendapatan ( Analisa hasil penjualan dan harga yang ditetapkan )
- Analisa arus kas satu tahun.
- Analisa laba rugi bulanan, tahunan dan selama 3 tahun.
- Analisa neraca keuangan.
- Analisa resiko bisnis atau analisa investasi ( BEP, ROI, NPV, dll )

Secara umum, perencanaan bisnis adalah sebuah analisa/prediksi jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam menjalankan suatu usaha. Sehingga hasil dari prediksi ini bisa menjadi sangat tepat, mendekati, jauh atau bahkan tidak sesuai sama sekali. Semua tergantung dari :
1. Data – data yang diperoleh ( akurat atau tidak )
2. Benar atau tidaknya analisa pasar dan konsumen ( apakah analisa pribadi secara berlebihan
    atau analisa mengikuti keadaan pasar )
3. Tepat atau tidaknya strategi organisasi yang digunakan.
4. Analisa keuangan yang mendekati kenyataan ( apakah mengikuti harga dipasaran atau hanya
     mengikuti harga sendiri, target penjualan yang sesuai atau target berlebihan )


Untuk itu, jika kita ingin melaksanakan suatu bisnis, hendaknya semua sumber data berasal dari data – data yang terdapat di pasar, sehingga pelaksanaan perencanaan kita tidak lepas dari apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Termasuk arah dari perkembangan pasar, seperti : kecenderungan konsumen dalam menginginkan / membutuhkan produk, perubahan harga produk, dan lain sebagainya.

Perencanaan Bisnis ini harus terus direvisi, untuk mendapatkan hasil yang terbaik sebelum dilaksanakan. Jika sudah berjalan pun diharapkan ada evaluasi secara berkala, sehingga perencanaan dapat diperbaiki untuk langkah kedepannya. Yang menjadi revisi atau perbaikan dalam perencanaan usaha tersebut antara lain : jika terdapat penambahan produk atau memperbaiki proses produksi, analisa pasar, perbaikan atau penambahan strategi pemasaran yang digunakan, perubahan harga, ataupun perbaikan dalam analisa keungan.

Setelah rencana bisnis dibuat, tinggal kita ACTION..!! untuk melaksanakannya.

Setelah melihat artikel tersebut, semoga anda berhasil dalam melaksanakan bisnis,
Salam Enterprenuer.


      Yanuar Gajaksahda
e-mail: yg_sahda@yahoo.com
www.gajaksahda.blogspot.com
HP : 0818 277 129



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Teknik Membuat Perencanaan Bisnis
Ditulis oleh Yanuar Gajaksahda
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://gajaksahda.blogspot.com/2008/06/teknik-membuat-perencanaan-bisnis_26.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

TRANSMOJO Tour and Travel support Hotel Murah di Jogja - Original design by Bamz | Copyright of Gajaksahda.

Bisnis Bidang apa yang ingin diulas di blog Gajaksahda

Cari Blog Ini

Google+ Followers